Search

Hasil pencarian: 6 ditemukan (tampil 1 - 6) :
159
Dibaca

Perbedaan Kemampuan Problem Solving Antara Anak Yang Mengikuti Dan Tidak Mengikuti Pendidikan Mental Aritmatika Sempoa

Usia dini haruslah dipersiapkan secara matang karena perkembangan usia dini sangat mempengaruhi perkembangan individu selanjutnya. Orang tua melakukan segala cara dan upaya ditempuh untuk membantu anak dalam membekali diri agar menjadi anak yang akan berhasil hanya anak yang cerdas, kreatif dan stabil yang bisa survive dalam kerasnya persaingan ini. Pendidikan menjadi faktor terpenting dalam menciptakan anak yang cerdas, kreatif dan stabil. Pendidikan mental artimatika sempoa diasumsikan dapat menyeimbangkan fungsi belahan otak kanan serta otak kiri secara optimal sehingga anak akan mampu berhitung lebih cepat, membuat daya ingat lebih baik, meningkatkan kreativitas, konsentrasi dan meningkatkan kepercayaan diri.
1240
Dibaca

Kedisiplinan Belajar Ditinjau Dari Status Pekerjaan Orang Tua

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memerlukan kedisiplinan untuk mengerjakan suatu kegiatan proses belajar. Disiplin mendorong individu untuk berbuat atau menjalankan suatu peraturan yang ada pada lingkungannya. Pada dasarnya kedisiplinan merupakan suatu sikap, tingkah laku yang sesuai dengan peraturan suatu organisasi, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Dalam penelitian ini, kedisiplinan dipengaruhi oleh faktor psikologis, faktor perseorangan, faktor sosial, dan faktor lingkungan. Selain itu kedisiplinan belajar dipengaruhi oleh disiplin belajar, penghindaran dari kegagalan, dan pengharapan keberhasilan.
529
Dibaca

Dampak Psikologis Kecelakaan Pada Pilot Pesawat Tempur F16

Fighter, orang biasa menyebutnya penerbang atau pilot pesawat tempur. Sedangkan penerbang atau pilot adalah suatu profesi atau pekerjaan yang tugasnya mengendalikan atau mengoperasikan pesawat terbang atau pesawat angkasa, sehingga pesawat dapat beroperasi dengan baik dan aman sesuai tujuan. Kehidupan seorang penerbang tempur justru jauh dari kemudahan dan dalam tugas, penerbang mempertaruhkan nyawa mereka. Seorang penerbang tempur mempunyai tanggung jawab yang cukup berat, karena harus bertanggung jawab atas suatu ALUTSISTA, mereka bertugas mengawaki ALUTSISTA tersebut. ALUTSISTA adalah Alat Utama Sistem Senjata, yang dalam hal ini digunakan untuk melindungi kedaulatan negara.
2196
Dibaca

Kedisiplinan Belajar Ditinjau Dari Status Pekerjaan Orang Tua

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memerlukan kedisiplinan untuk mengerjakan suatu kegiatan proses belajar. Disiplin mendorong individu untuk berbuat atau menjalankan suatu peraturan yang ada pada lingkungannya. Pada dasarnya kedisiplinan merupakan suatu sikap, tingkah laku yang sesuai dengan peraturan suatu organisasi, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Dalam penelitian ini, kedisiplinan dipengaruhi oleh faktor psikologis, faktor perseorangan, faktor sosial, dan faktor lingkungan. Selain itu kedisiplinan belajar dipengaruhi oleh disiplin belajar, penghindaran dari kegagalan, dan pengharapan keberhasilan.
1050
Dibaca

Citra Kualitas Pelayanan Pada Perusahaan Jasa Kereta Api Di tinjau Dari Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman Dan Persepsi Tiket Harga Diskon

Citra kualitas pelayanan merupakan tanggapan atau gambaran yang diperoleh oleh sebuah perusahaan melalui iklan, media, promosi, pemasaran mengenai suatu kondisi dinamis berhubungan dengan sikap dan perilaku yang diberikan karyawan saat memberikan pelayanan pada pelanggan. Pemenuhan kebutuhan rasa aman, yang merupakan salah satu kebutuhan rohani yang harus dipenuhi setiap individu dan dapat diperoleh dalam lingkungan keluarga. Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi pelanggan menggunakan jasa angkutan darat (kereta api) adanya persepsi tiket harga diskon.
939
Dibaca

Hubungan Antara Prasangka Etnis Dengan Persepsi Agresi Pada Mahasiswa Etnis Jawa Dan Etnis Tionghoa

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, terdiri dari berbagai ras, agama, suku bangsa, bahasa dan budaya. Konflik karena adanya perbedaan dalam lingkungan yang sangat heterogen acapkali terjadi, namun bukan berarti satu sama lain tidak dapat saling bekerjasama. Prasangka etnis sering muncul pada masing-masing pihak karena adanya kesalahpahaman, tumpang tindih kepentingan ataupun pengalaman atas konflik terdahulu. Hal tersebut berlangsung terus menerus serta turun menurun sehingga dapat menyebabkan individu memiliki persepsi tertentu pada etnis lain. Kekerasan yang dialami sendiri atau orang lain yang seetnis pada saat konflik membuat individu memiliki persepsi agresi baik positif maupun negatif.