Search
|
|
Hasil pencarian: 7 ditemukan (tampil 1 - 7) :
1981
Dibaca
Formulasi Salep Minyak Atsiri Temu Kunci Dan Uji Aktivitas Anti Bakteri Secara In Vitro
Minyak atsiri rimpang temu kunci berkhasiat sebagai antibakteri. Penggunaan minyak atsiri dalam bentuk cair tidak praktis, sehingga perlu dibuat dalam bentuk sediaan salep menggunakan basis vaselin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan cera alba dalam basis salep terhadap sifat fisik, dan kemampuan salep menghambat pertumbuhan bakteri. Dibuat salep minyak atsiri dengan penambahan cera alba 2%, 4%, 6%, 8%, 10%. Salep diuji sifat fisiknya (daya sebar, daya lekat, viskositas) dan diuji daya antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus.
2 Jun | Skripsi Farmasi
2414
Dibaca
Uji Aktivitas Anti Jamur Ekstrak Metanol Daun Rambutan Terhadap Candida Albicans Dan Trichophyton Mentagrophytes Serta Profil Kromatografi Lapis Tipis Dan Bioautografinya
Daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) dilaporkan mengandung tanin dan saponin. Pada umumnya kedua senyawa tersebut mempunyai aktivitas antimikroba Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa daun rambutan mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli, namun sampai saat ini belum ada penelitian yang dilakukan mengenai aktivitas antijamur dari daun rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur dari daun rambutan terhadap Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes.
2 Jun | Skripsi Farmasi
1863
Dibaca
Uji Tokisitas Ekstrak Klorofrom Dan Ekstrak Etanol daun Bayam Duri (Amarantus Spinosus L) Terhadap Larva Artemia Salina Leah Dan Skrining Fitokimianya
Indonesia memiliki keanekaragaman tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, salah satunya adalah bayam duri (Amaranthus spinosus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak kloroform dan ekstrak etanol daun bayam duri terhadap larva Artemia salina Leach dan untuk mengetahui kemungkinan golongan senyawa kimia yang terdapat dalam daun bayam duri.
19 Jan | Skripsi Farmasi
2002
Dibaca
Formulasi Sediaan Krim Minyak Atsiri Temu Kunci (Boesenbergia Pandurata(ROXB.) Schlecht) Dan Uji Aktivitas Anti Jamur Secara In Vitro
Kulit merupakan bagian tubuh yang sangat rentan terhadap infeksi jamur. Infeksi jamur bisa diakibatkan oleh jamur Candida albicans. Berdasarkan hasil penelitian dari Rediningsih (2002) dan Saryanti D. (2003) bahwa minyak atsiri dan fraksi etanol dari tanaman Temu Kunci mempunyai daya anti jamur terhadap Candida albicans. Hasil penelitian tersebut perlu ditindaklanjuti untuk dibuat sediaan yang lebih praktis dan aman digunakan pada kulit manusia. Salah satu sediaan yang biasa digunakan pada kulit yaitu sediaan krim.
4 Nov | Skripsi Farmasi
920
Dibaca
Pengaruh Tween 60 Terhadap Sifat Fisik Dan Kecepatan Pelepasan Benzokain Dari Sediaan Salep Dengan Basis Simplek
Salep merupakan sediaan obat yang digunakan secara topikal melalui permukaan kulit. Basis salep mempunyai peranan penting terhadap kecepatan pelepasan obat. Pelepasan obat dari pembawa dapat ditingkatkan dengan penambahan surfaktan. Telah dilakukan penelitian pengaruh tween 60 terhadap sifat fisik dan kecepatan pelepasan benzokain dari sediaan salep dengan basis simplek. Tween 60 merupakan surfaktan yang dapat meningkatkan kecepatan pelepasan obat. Basis simplek merupakan salah satu basis salep lemak yang bersifat mampu menyerap air.
6 Okt | Skripsi Farmasi
1124
Dibaca
Pengaruh Sukrosa Terhadap Kadar Kumarin Pada Kultur Suspensi Sel Tempuyung (Sonchus Arvensi L)
Tempuyung (Sonchus arvensis L) merupakan salah satu tanaman yang mengandung metabolit sekunder kumarin dimana berkhasiat sebagai anti koagulan dan flouvering agent. Penggunaan teknik kultur jaringan tanaman dengan metode kultur suspensi sel merupakan langkah awal dalam meningkatkan produtivitas tanaman yang menghasilkan metabolit sekunder khususnya kumarin.
4 Okt | Skripsi Farmasi
1214
Dibaca
Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Anak Rawat Jalan Di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Tahun 2003
Program pemberantasan tuberkulosis paru telah dilaksanakan sejak 1979, namun penerapannya masih belum dapat dinyatakan berhasil. Sejak 1995 program strategi baru mulai diterapkan puskesmas menggunakan obat antituberkulosis yang terbagi atas 3 paket obat, yakni obat antituberkulosis kategori I, II, dan III.
3 Okt | Skripsi Farmasi

