Search

Hasil pencarian: 6 ditemukan (tampil 1 - 6) :

4919
Dibaca

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi terjadinya ISPA Pada Balita Di Kelurahan Selokaton Wilayah Kerja Puskesmas Gondangrejo Karanganyar

Penelitian ini adalah tingginya angka kejadian ISPA pada balita menunjukkan ISPA merupakan kelompok penyakit yang kompleks. Salah satu penularan ISPA adalah melalui udara yang tercemar dan masuk melalui saluran pernafasan. Secara demografis wilayah Puskesmas Gondangrejo Karanganyar berdekatan dengan kawasan industri sehingga pencemaran udara diperkirakan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya ISPA pada balita di Kelurahan Selokaton wilayah kerja Puskesmas Gondangrejo Karanganyar Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan metode kasus kontrol.
661
Dibaca

Hubungan Antara Tingkat Religiusitas Dengan Motivasi Meninggalkan Profesi Pekerja Seks Komersial Di Lokalisasi Sunan Kuning Semarang

Pekerja seks komersial baik yang di dalam lokalisasi maupun yang berada di luar lokalisasi (liar) mereka sama-sama berdampak yang tidak baik bagi keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Hal tersebut disebabkan karena dengan adanya PSK yang mangkal di suatu tempat maka sekitar tempat tersebut akan menjadi ramai dan suasana akan menjadi tidak tertib dan juga di tempat tersebut rawan terhadap orang-orang mabuk yang sering mengganggu siapa saja yang bisa dijumpai bahkan rawan perampasan, penodongan. Bagi lingkungan lokalisasi sedikit ada perbedaan di mana suasananya lebih bisa dikendalikan daripada lingkungan di luar lokalisasi Salah satu upaya untuk menanggulangi kegiatan prostitusi adalah dengan menumbuhkan suatu motivasi dari para pekerja seks komersial supaya meninggalkan profesinya. Salah satu faktor yang dapat menumbuhkan motivasi meninggalkan profesi pekerja seks yaitu tingkat religiusitas.
1026
Dibaca

Hubungan Antara Moralitas Dan Pendidikan Seksualitas Dengan Perilaku Deviasi Seksual Pada Remaja

Perilaku deviasi seksual yang terjadi pada kalangan remaja ahir-ahir ini sangat memprihatinkan, banyak kalangan remaja putri yang terlibat akan kasus hamil diluar nikah dan remaja putra-putri yang menganut kehidupan seks bebas beserta kegiatan seks yang dianggap menyimpang seperti masturbasi atau onani, fethisisme, veyeurisme, exhibisionisme, perkosaan, seks bebas dan homoseksual atau lesbianisme. Hal tersebut diatas disebabkan oleh beberapa faktor dan diantaranya adalah moralitas dan pendidikan seksual yang diterima oleh remaja tersebut Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara moralitas dan pendidikan seksualitas dengan perilaku deviasi seksual pada remaja.
877
Dibaca

Perbedaan Motif Berbelanja Ke Supermarket Pada Ibu Bekerja Dan Ibu Tidak Bekerja

Kecenderungan berbelanja berkembang subur di kalangan wanita, sehingga permasalahan mengenai tingkah laku berbelanja memberi kontribusi terhadap motif berbelanja ke supermarket. Kegiatan bebelanja merupakan suatu tugas yang didapat karena peran tradisional seorang ibu rumah tangga. Perbedaan yang muncul antara lain dalam penggunaan waktu berbelanja dan tempat berbelanja, yaitu toko, pasar ataupun tempat berbelanja lain.
878
Dibaca

Perbedaan Keputusan Membeli Di Tinjau Dari Teknik Promosi

Promosi adalah kegiatan selain personal selling, periklanan dan publisitas yang mendorong efektivitas pembelian konsumen dan pedagang. Teknik promosi yang dilakukan dalam usaha menarik konsumen merupakaaan reinforcement atau pengukuhan respon perilaku membeli dimana di dalamnya terdapat suatu teknik promosi yang menyebabkan promosi tersebut lebih banyak digemari atau lebih menarik konsumen untuk membeli. Diharapkan pengukuhan yang diberikan sebagai akibat respon yang dilakukan akan memberikan manfaat yang sama.
1378
Dibaca

Deprivasi Relatif: Dampak Handphone sebagai Budaya Populer

Hand phone pada saat sekarang ini sudah bukan lagi barang yang dianggap mewah atau barang asing lagi di masyarakat, hampir setiap orang tahu dan mempunyai hand phone dari anak kecil sampai orang tua. Tempat penjualan hand phone ataupun segala sesuatu yang berhubungan dengan hand phone dapat di jumpai hampir di tiap sudut kota, dan ada disetiap pusat perbelanjaan, hal ini menunjukkan bahwa hand phone telah menjadi budaya populer, karena selain distribusinya mencapai semua lapisan masyarakat kegiatan promosinya pun tergolong besar terutama melalui media cetak dan elektronik, namun walaupun hand phone sudah sangat terkenal ataupun populer dimasyarakat tetap ada beberapa golongan dari masyarkat yang belum memiliki hand phone walaupun seharusnya mereka sudah memiliki hand phone.