Search

Hasil pencarian: 25 ditemukan (tampil 1 - 25) :

2129
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik Dan Budaya Organisasi Dengan Kinerja Karyawan

Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi mempunyai tujuan yang berupa kinerja. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya adalah kepemimpinan dan budaya organisasi. Suatu organisasi tanpa adanya pemimpin maka organisasi itu tidak dapat bertahan lama. Kepemimpinan Kharismatik dapat menghasilkan kinerja yang tinggi dikalangan pengikutnya hal ini dikarenakan bahwa orang-orang yang bekerja untuk pemimpin kharismatik termotivasi untuk mengeluarkan upaya kerja ekstra dan karena mereka menyukai pemimpin mereka.
1588
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional Dengan Motivasi Mengembangkan Karir

Motivasi mengembangkan karir merupakan salah satu perwujudan dari sikap berprestasi pada setiap karyawan yang sadar untuk maju. Apabila individu atau karyawan memliki motivasi terhadap karir maka tuntutan kerja dan pekerjaan yang begitu banyak harus dikerjakan sesuai target. Namun untuk mencapai tingkat karir tertentu bukanlah suatu hal yang sederhana.
3565
Dibaca

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Penderita Tuberkulosis Paru Di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4)

Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Saat ini penyakit Tuberkulosis Paru masih dianggap menjadi masalah utama di negara berkembang seperti di Indonesia, hal ini karena berkaitan dengan perilaku, ekonomi dan tingkat sosial budaya masyarakatnya. Dewasa ini sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi Tuberkulosis. Setiap tahun ada sekitar 8 juta penderita baru TB dan hampir 3 juta orang yang meninggal di seluruh dunia akibat penyakit ini.
644
Dibaca

Pengaruh Outbound Management Training Terhadap Peningkatan Motivasi Kerjasama

Kerjasama adalah kepedulian satu orang atau satu pihak dengan orang atau pihak lain yang tercermin dalam suatu kegiatan yang menguntungkan semua pihak dengan prinsip saling percaya, menghargai dan adanya norma yang mengatur, makna kerjasama dalam hal ini adalah kerjasama dalam konteks organisasi, yaitu kerja antar anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi (seluruh anggota). Mencermati pentingnya kerjasama dalam mencapai tujuan bersama sebuah tim, maka bukanlah hal yang berlebihan manakala pelatihan kerjasama atau pelatihan alam terbuka (outbound management training) menjadi pilihan untuk meningkatkan motivasi kerjasama.PENGARUH OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI KERJASAMA
668
Dibaca

Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dengan Intensi Turn Over

Suatu perusahaan yang memperkerjakan tenaga manusia penting sekali memperhatikan masalah kepuasan kerja, karena karyawan yang merasa puas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya, sehingga kemungkinan tingkat absensi dan intensi turn over-nya akan rendah. Namun dalam kenyataannya, perusahaan kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan seperti upah kerja yang rendah, kondisi lingkungan kerja yang buruk, jam kerja yang melewati batas serta tidak adanya jaminan sosial. Hal ini merupakan penyebab utama timbulnya turn over, salah satu cara untuk mengantisipasinya perlu ditanamkan komitmen organisasi karyawan pada perusahaan, sebab karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi akan memiliki loyalitas yang besar pada perusahaan dan intensi turn over yang rendah.
1004
Dibaca

Hubungan Tingkat Kematangan Sosial Dengan Kohesivitas Kelompok Pada Mahasiswa Aktivis Organisasi

Kohesivitas kelompok merupakan suatu keadaan kelompok yang memiliki solidaritas yang tinggi, bekerjasama dengan baik dan mempunyai komitmen bersama yang kuat untuk mencapai tujuan kelompok sehingga anggota kelompoknya merasa puas. Dalam kelompok yang kohesif anggotanya mempersepsi anggota kelompok yang lain secara positif sehingga konflik dan pertentangan selalu diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Suatu lingkungan kelompok yang kohesif dapat dibentuk individu dengan tercapainya kematangan sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya.
526
Dibaca

Faktor-Faktor Pendukung Kesuksesan Wiraswastawan

Berwiraswasta adalah solusi untuk mencukupi kebutuhan hidup setelah kesempatan kerja kian hari kian sempit. Berwiraswasta adalah suatu tantangan karena berwiraswasta membutuhkan keberanian, keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk merealisasikan mimpi yang dimiliki, keberanian untuk menghadapi satu demi satu dari sekian banyak rintangan yang menghadang, keberanian untuk mempertahankan apa yang dimiliki, keberanian untuk gagal dan belajar dari tiap-tiap kegagalan yang dihasilkan. Kesuksesan dapat diraih oleh siapapun, bagaimanapun sejarah dan kondisinya, karena setiap orang memiliki cita-cita, impian atau sekurang-kurangnya harapan untuk meningkatkan kualitas hidupnya, intuisi yang mendorong manusia normal untuk bekerja dan berusaha. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung kesuksesan wiraswastawan.
1579
Dibaca

Analisis Perbedaan Persepsi Akuntan Pendidik Dan Mahasiswa Akuntansi Terhadap Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Akuntan sebagai sebuah profesi memiliki seperangkat kode etik dalam menjalankan profesinya. Terjadinya pelanggaran etika di lingkungan akuntan balk akuntan pcndidik, akuntan intern maupun akuntan pemerintahan beberapa tahun terakhir ini menjadi issue yang menarik di masyarakat. Hal itu mengakibatkan, kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan menurun. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi antara akuntan pcndidik dan mahasiswa akuntansi terhadap Kode Etik lkatan Akuntan Indonesia.
820
Dibaca

Gambaran Konflik Dan Reaksi Emosi Isteri Tahanan Dalam Menjalankan Peran Gandanya Di Keluarga

Peran ganda pada peradaban masa kini, bukan lagi menjadi satu fenomena yang baru lagi meskipun hingga sekarang masih fenomenal. Keputusan untuk menjalankan peran ganda, terutama pada wanita tidak akan membuahkan suatu problematika berarti jika suami maupun isteri sama- sama menginginkan suatu model pembagian peran tersendiri dalam keluarga. Namun bagaimana jika friksi- friksi yang terjadi adalah sebuah pengambilan keputusan dari isteri untuk berperan ganda dikarenakan suami harus menjalani sebuah proses hukum negara di lembaga pemasyarakatan?
1059
Dibaca

Pengaruh Patisipasi Dalam Penyusunan Anggaran Terhadap Prestasi Kerja Manajer Menengah Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderasi

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Partisipasi Dalam Penyusunan Anggaran Terhadap Prestasi Kerja Manajer Menengah Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderasi”. Yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh partisipasi penyusunan anggaran dan komitmen organisasi terhadap prestasi kerja manajer menengah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, reliabilitas, uji normalitas dan uji regresi linier berganda serta uji asumsi klasik, dengan menggunakan data primer dengan cara menyebarkan angket kepada responden.
1352
Dibaca

Analisis Persepsi Akuntan Pendidik, Akuntan Publik Dan Mahasiswa Akuntansi Terhadap Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Akuntan sebagai sebuah profesi memiliki seperangkat kode etik dalam menjalankan profesinya.Terjadinya pelanggaran etika di lingkungan akuntan baik akuntan publik, akuntan intern maupun akuntan pemerintahan beberapa tahun terakhir ini, menjadi issue yang menarik di masyarakat. Hal itu mengakibatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan menurun. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi antara akuntan pendidik, akuntan publik dan mahasiswa akuntansi terhadap Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.
1233
Dibaca

Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Kecenderungan Burnout Pada Guru Sekolah Dasar

Kecenderungan burnout yaitu habisnya sumber daya fisik dan mental secara keseluruhan yang disebabkan oleh upaya yang berlebihan untuk mencapai tujuan kerja yang tidak realistis dan merupakan akibat akhir dari stres kerja. Burnout merupakan keadaan internal negatif, yang ditandai dengan kelelahan fisik, kelelahan mental, kelelahan emosional, depersonalisasi, serta rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri.
1050
Dibaca

Hubungan Antara Human Relation Dan Selft Efficacy Dengan Komitmen Karyawan Terhadap Perusahaan

Karyawan yang melaksanakan tugasnya dengan semangat dan penuh kegairahan adalah keadaan yang diharapkan oleh suatu perusahaan, karena dengan demikian perusahaan akan mampu mewujudkan tujuan dengan tercapainya produktivitas yang semakin meningkat. Gairah karyawan dalam bekerja akan dapat terwujud seiring meningkatkannya komitmen karyawan terhadap perusahaan. Disisi lain keadaan tidak menyenangkan yang dirasakan karyawan tidak akan diketahui oleh pihak manejemen perusahaan tanpa terwujudnya human relations yang baik yang didukung dengan self efficacy yang tinggi.
1071
Dibaca

Persepsi Auditor Terhadap Kode Etik Akuntan Indonesia Di Tinjau Dari Level Hierarkis Dalam Kantor Akuntan Publik

Globalisasi mamberikan pengaruh diberbagai bidang, salah satunya adalah dibidang ekonomi khususnya akuntansi. Profesi akuntan merupakan profesi yang senantiasa dituntut untuk mengembangkan profesionalismenya. Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan diatur oleh suatu kode etik akuntan. Terjadinya krisis multi dimensi diindonesia menyadarkan masyarakat untuk mengutamakan perilaku etis karena selama ini perilaku etis selalu diabaikan. Etika menjadi kebutuhan penting bagi semua profesi yang ada agar tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari hukum.
3497
Dibaca

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Perubahan Pengetahuan Remaja

Remaja merupakan kelompok yang paling peka secara emosional, lekas mengalami depresi dan mudah dipengaruhi. Agar diakui sebagai manusia yang telah dewasa, remaja bergaul dan melakukan hubungan seks. Berdasarkan survei awal di lokasi penelitian, didapatkan keterangan bahwa masih ada beberapa siswa yang hamil di luar nikah. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan pada remaja tentang seks bebas sangat penting karena dapat memberikan pengetahuan yang benar untuk menghadapi masa depannya.
715
Dibaca

Pengaruh Organizational-Based Self Esteem Dan Budaya Organisasional Terhadap Komitmen Organisasi (Studi Empiris di Hotel Berbintang di Wilayah Surakarta)

Komitmen organisasi mempengaruhi berbagai perilaku penting didalam suatu organisasi agar organisasi berfungsi efektif dan efisien. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja dalam organisasi perlu didukung sumber daya manusia yang berkualitas dengan tingkat komitmen yang tinggi. Dalam mencapai sasaran dan tujuan organisasi dibutuhkan komitmen organisasi. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi.
948
Dibaca

Pengaruh Komitment Organisasi Terhadap Hubungan Antara Partisipasi Penyusunan Anggaran Dengan Senjangan Anggaran

Hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan senjangan anggaran merupakan bidang penelitian yang menarik untuk dikaji. Hasil penelitian dari para peneliti terdahulu tentang hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan senjangan anggaran banyak mengalami pertentangan antara peneliti satu dengan yang lain. Salah satu cara untuk menyelesaikan pertentangan-pertentangan itu adalah dengan menggunakan pendekatan kontingensi (Govindarajan, 1986). Variabel kontingensi yang diadopsi dari penelitian ini adalah komitmen dalam suatu organisasi.
975
Dibaca

Hubungan Antara Kepuasan Terhadap Produk Sabun Mandi Dengan Loyalitas Merk Pada Konsumen Wanita

Loyalitas merk akan berhubungan dengan masalah perilaku konsumen. Loyalitas merk para dasarnya merupakan proses pengambilan keputusan dalam membeli. Konsumen pada awal pembelian harus melakukan pencarian mengenai bentuk produknya serta melakukan evaluasi atau penyeleksian alternatif terhadap berbagai macam merk yang ada di pasaran, sehingga pada loyalitas merk ini konsumen tidak perlu mengulang pencarian informasi lagi.
927
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Lingkungan Psikososial Kerja Dan Kepuasan Kerja Dengan Komitmen Karyawan Pada Perusahaan

Komitmen karyawan untuk tetap bekerja pada organisasi merupakan wujud perasaan setia atau loyal pada perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen karyawan berorganisasi, diantaranya adalah persepsi karyawan terhadap lingkungan psikososial dan kepuasan kerja. Adanya persepsi karyawan yang baik atau positif terhadap lingkungan psikososial kerja maka akan mendorong karyawan untuk bekerja dengan nyaman dan senang hati sehingga karyawan merasa puas terhadap hasil kerjanya, yang pada akhirnya akan berimplikasi pada peningkatan komitmen karyawan pada perusahaan.
758
Dibaca

Kontribusi Perempuan Dalam Pengambilan Keputusan Strategis Di Lembaga Legislatif

Perempuan menjadi jumlah terbesar pemberi suara dalam peristiwa politik besar pada pemilu tahun 2004 dimana jumlah pemilih perempuan 53%, namun dalam posisi parlemen hanya berjumlah 11% atau berjumlah 61 dari 550 anggota legislatif yang ada. Terkait dengan komposisi perempuan yang rendah memungkinkan adanya dominasi kaum laki-laki dalam proses pengambilan kebijakan, ditambah selama ini sudah terlanjur tatanan perbedaan peran sosial laki-laki dan perempuan yang muncul karena struktur sosial kemasyarakatan.
1740
Dibaca

Pengaruh Gender Dan Tekanan Kepatuhan Terhadap Judgement Auditor

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gender dan tekanan kepatuhan terhadap judgment yang diberikan oleh auditor dalam sebuah Kantor Akuntan Publik. Penelitian ini termasuk penelitian survei. Dalam hal ini peneliti menyebarkan kuesioner pada tiap auditor yang dijadikan sampel. Pengujian dilakukan terhadap data sebanyak 36 kuesioner. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah pengujian MANOVA yang menguji variabel independen gender dan tekanan kepatuhan terhadap variabel dependen yang terdiri dari jugment auditor skenario A, skenario B dan skenario C.
1073
Dibaca

Pengaruh Tingkat Jabatan Dan Pengalaman Kerja Auditor Terhadap Komitmen Profesi (Survei Pada Kantor Akuntan Publik)

Penelitian dengan judul pengaruh tingkat jabatan dan pengalaman kerja auditor terhadap komitmen profesi ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat jabatan dan pengalaman kerja para akuntan berpengaruh terhadap komitmen profesinya. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi linier berganda dan uji validitas, reliabilitas serta uji korelasi parsial dengan menggunakan data primer dengan cara menyebarkan kuesioner kepada kantor akuntan publik di Surakarta. Agar hasil estimasi menjadi valid, maka dilakukan pengujian statistik yang meliputi t, uji F dan R2(koefisien determinasi) serta pengujian validitas dan reliabilitsa.
1779
Dibaca

Pengaruh Komitmen Organisasi dan Komitmen Profesional Terhadap Kepuasan Kerja Auditor

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Komitmen Organisasional merupakan suatu perpaduan antara sikap dan perilaku seseorang dalam mengidentifikasi keterlibatannya dalam suatu bagian untuk mencapai tujuan bersama. Komitmen Profesional adalah tingkat loyalitas individu terhadap organisasi dalam melaksanakan tugas dan mentaati norma, aturan serta pada etika profesi.
1908
Dibaca

Hubungan Antara Frekuensi Interaksi Dengan Media Pornografi Dan Sikap Terhadap Perilaku Seks Bebas Pada Remaja

Media massa dan segala hal yang bersifat pornografis akan menguasai pikiran remaja yang kurang kuat dalam menahan pikiran emosinya, karena mereka belum boleh melakukan hubungan seks yang sebenarnya yang disebabkan adanya norma-norma, adat, hukum dan juga agama. Semakin sering seseorang tersebut berinteraksi atau berhubungan dengan pornografi maka akan semakin beranggapan positif terhadap hubungan seks secara bebas demikian pula sebaliknya, jika seseorang tersebut jarang berinteraksi dengan pornografi maka akan semakin beranggapan negatif terhadap hubungan seks secara bebas. Apabila anak remaja sering dihadapkan pada hal-hal yang pornografi baik berupa gambar, tulisan, atau melihat aurat, kemungkinan besar dorongan untuk berhubungan secara bebas sangat tinggi, bisa lari ketempat pelacuran atau melakukan dengan teman sendiri.
1284
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Manajemen Lini Terhadap Turnover Di Manajemen Puncak Dengan Komitmen Organisasi

Komitmen organisasi adalah suatu kelekatan afeksi terhadap organisasi, seperti identifikasi yang kuat, memilih keterlibatan tinggi, dan rasa senang menjadi bagian dari organisasi. Komitmen tinggi karyawan pada perusahaan merupakan salah satu hal yang diinginkan perusahaan dan menjadi tonggak utama dalam menghadapi kompetisi industri. Dan ditengah kesibukan perusahaan untuk meningkatkan komitmen karyawannya, terdapat fenomena dimana manajemen puncak, sebagai jajaran eksekutif tertinggi dalam perusahaan, mengalami turnover baik secara sukarela (atas inisiatif sendiri) maupun tidak sukarela (diberhentikan oleh perusahaan) dengan beragam alasan yang melatar belakangi.