Search

Hasil pencarian: 10 ditemukan (tampil 1 - 10) :
7728
Dibaca

Kecerdasan Emosional Remaja Ditinjau Dari Konsep Diri Dan Kualitas Komunikasi Antara Orangtua Dan Anak

Kecerdasan emosional dipandang sebagai satu aspek psikis yang sangat menentukan reaksi individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Kecerdasan intelektual tidak cukup untuk meraih kesuksesan dan kesejahteraan dalam hidup, tetapi dibutuhkan adanya kecerdasan emosional untuk keberhasilan individu dalam kehidupannya. Banyak faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional, di antaranya adalah konsep diri dan kualitas komunikasi antara orangtua-anak.
2583
Dibaca

Hubungan Antara Pembentukan Identitas Diri Dengan Pertemanan Pada Remaja

Kualitas pertemanan merupakan penilaian baik buruknya suatu hubungan dalam berteman dengan menekankan adanya rasa percaya diantara teman tersebut. Kualitas pertemanan berkaitan dengan karakteristik dan kepribadian seseorang, karena hal tersebut mencerminkan kematangan dari seseorang tersebut.
1172
Dibaca

Hubungan Antara Motivasi Kerja Dengan Prestasi Kerja Pada Distributor MLM CNI

Menuju era globalisasi sekarang ini, selain SDM yang berkualitas dan terampil yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar dalam menghadapi persaingan antar bidang industri, prestasi kerja yang tinggi juga sangat diharapkan dalam hal ini, karena dengan tujuan untuk menjaga kualitas dan mutu dari suatu produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan tersebut. Usaha untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan oleh suatu perusahaan, yang tidak kalah penting adalah perusahaan atau organisasi tersebut harus memiliki anggota atau individu-individu yang bermotivasi tinggi.
782
Dibaca

Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dengan Intensi Turn Over

Suatu perusahaan yang memperkerjakan tenaga manusia penting sekali memperhatikan masalah kepuasan kerja, karena karyawan yang merasa puas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya, sehingga kemungkinan tingkat absensi dan intensi turn over-nya akan rendah. Namun dalam kenyataannya, perusahaan kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan seperti upah kerja yang rendah, kondisi lingkungan kerja yang buruk, jam kerja yang melewati batas serta tidak adanya jaminan sosial. Hal ini merupakan penyebab utama timbulnya turn over, salah satu cara untuk mengantisipasinya perlu ditanamkan komitmen organisasi karyawan pada perusahaan, sebab karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi akan memiliki loyalitas yang besar pada perusahaan dan intensi turn over yang rendah.
655
Dibaca

Hubungan Antara Kecenderungan Berpikir Positif Dengan Kebermaknaan Hidup Pada Perawat

Perawat merupakan faktor penting yang ikut memberi kontribusi yang besar untuk suksesnya sebuah rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Bertindak positif dengan didasari pemikiran bahwa bila membiasakan diri melakukan tindakan positif akan memberi dampak terhadap perkembangan pribadi dan kehidupan sosialnya. Hal ini menunjukkan bahwa mencari aspek positif dalam hidupnya dan adanya sikap berprilaku baik terhadap orang lain merupakan wujud dari tingginya kebermaknaan hidup seseorang. Berdasarkan hal tersebut diatas penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecenderungan berpikir positif dengan kebermaknaan hidup.
570
Dibaca

Faktor-Faktor Pendukung Kesuksesan Wiraswastawan

Berwiraswasta adalah solusi untuk mencukupi kebutuhan hidup setelah kesempatan kerja kian hari kian sempit. Berwiraswasta adalah suatu tantangan karena berwiraswasta membutuhkan keberanian, keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk merealisasikan mimpi yang dimiliki, keberanian untuk menghadapi satu demi satu dari sekian banyak rintangan yang menghadang, keberanian untuk mempertahankan apa yang dimiliki, keberanian untuk gagal dan belajar dari tiap-tiap kegagalan yang dihasilkan. Kesuksesan dapat diraih oleh siapapun, bagaimanapun sejarah dan kondisinya, karena setiap orang memiliki cita-cita, impian atau sekurang-kurangnya harapan untuk meningkatkan kualitas hidupnya, intuisi yang mendorong manusia normal untuk bekerja dan berusaha. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung kesuksesan wiraswastawan.
960
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Human Relations Dan Gaya Kepemimpinan Dengan Efektivitas Kerja Karyawan

Skripsi ini disusun dengan dilatarbelakangi masalah efektivitas kerja bagi perusahaan yang merupakan isu strategis bagi perusahaan untuk memprogram Sumber Daya Manusia. Perusahaan berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat dalam rangka menghadapi persaingan bebas antara perusahaan milik pemerintah maupun milik swasta. Namun dalam pelaksanaannya pemimpin perusahaan hanya mengutamakan mutu usaha tanpa melakukan pengawasan yang intensif pada karyawan, sehingga produktivitas yang dihasilkan dari karyawan terkadang tidak sesuai dengan keinginan pimpinan.
1373
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pendidikan Formal Dengan Sikap Optimis Terhadap Masa Depan

Pendidikan formal yang dipersepsikan dalam penelitian ini berkenaan dengan manfaat yang diperoleh siswa dalam menjalani pendidikannya. Siswa diharapkan mempunyai persepsi yang positif terhadap pendidikan formal yang dijalaninya supaya mempunyai persiapan dan rencana dalam studinya sehingga memperoleh hasil yang optimal serta dapat mewujudkan aspirasi dan harapan di masa mendatang. Semakin banyaknya pengangguran serta sulitnya mencari pekerjaan membuat individu merasa cemas, takut, penuh ketidak pastian sehingga menjadi pesimis terhadap masa depannya.
778
Dibaca

Pengaruh Organizational-Based Self Esteem Dan Budaya Organisasional Terhadap Komitmen Organisasi (Studi Empiris di Hotel Berbintang di Wilayah Surakarta)

Komitmen organisasi mempengaruhi berbagai perilaku penting didalam suatu organisasi agar organisasi berfungsi efektif dan efisien. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja dalam organisasi perlu didukung sumber daya manusia yang berkualitas dengan tingkat komitmen yang tinggi. Dalam mencapai sasaran dan tujuan organisasi dibutuhkan komitmen organisasi. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi.
1068
Dibaca

Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Job Insecurity Pada Guru Negeri Dan Guru Swasta

Kepuasan kerja secara langsung maupun tidak langsung merupakan penghambat aktivitas kerja yang bekerja dalam organisasi. Persoalan-persoalan yang terjadi dalam lingkungan kerja seperti konflik dengan teman, perselisihan, kepuasan kerja maupun ketidakmampuan karyawan dalam menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya berpeluang besar terhadap munculnya job insecurity. Kepuasan kerja dan job insecurity antara guru swasta dan guru negeri juga terdapat perbedaan dikarenakan berbagai faktor seperti keadilan dan kesejahteraan, karier dan masa depan, manajemen dan pengembangan profesi dan kualitas kinerja.