Search

Hasil pencarian: 10 ditemukan (tampil 1 - 10) :
2823
Dibaca

Pengaruh Kurs Valuta Asing, Inflasi, Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Indeks Harga Saham Sektor Keuangan

Untuk menghasilkan keputusan inventasi yang tepat dan menguntungkan para investor perlu melakukan peramalan terhadap perubahan pasar modal. Pengamatan terhadap perubahan beberapa variabel ekonomi makro seperti inflasi , tingkat suku bunga, dan kurs mata uang dipercayakan bias membantu investor dalam meramalkan apa yang akan terjadi dipasar modal.
1194
Dibaca

Pengaruh Kurs Valuta Asing Terhadap Indeks Harga Saham Jakarta Islamic Index (JII)

Dilatarbelakangi oleh ketidakstabilan kurs valuta asing terhadap nilai tukar Rupiah yang dijadikan pertimbangan bagi investor dalam menanamkan modalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris tentang ada tidaknya pengaruh kurs valuta asing terhadap indeks harga saham JII, baik secara serentak maupun secara individu.
1611
Dibaca

Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan Di Bursa Efek Jakarta Periode 2002-2004

Pengamatan terhadap perubahan beberapa variabel ekonomi makro seperti jumlah uang beredar, tingkat suku bunga deposito, kurs mata uang asing, dan inflasi diyakini dapat membantu investor dalam meramalkan apa yang akan terjadi di pasar modal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat bukti empiris tentang pengaruh jumlah uang beredar, tingkat suku bunga deposito, kurs mata uang asing, dan inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan.
1021
Dibaca

Reaksi Harga Saham Di Bursa Efek Jakarta Terhadap Peristiwa Pemilihan Presiden Secara Langsung 2004 Di Indonesia (Even Study Peristiwa 20 september 2004)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi harga saham di Bursa Efek Jakarta terhadap peristiwa pemilihan presiden secara langsung tanggal 20 September 2004 di Indonesia. Reaksi harga saham dapat dilihat melalui abnormal return yang diterima oleh para investor. Hipotesis alternatif yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1) Peristiwa pemilu presiden 2004 di Indonesia menghasilkan abnormal return yang signifikan bagi investor. 2) Rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa pemilu presiden 2004 di Indonesia berbeda secara signifikan.
1430
Dibaca

Analisis Penggunaan Z-Score Altman Sebagai Alat Prediktor Kebangkrutan Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Jakarta

Yang melatarbelakangi adalah, seiring dengan krisis multi dimensi yang menimpa indonesia sejak pertengahan tahun 1997 yang lalu, banyak masalah yang dialami oleh bangsa ini. Yang paling menonjol adalah aspek ekonomi, terutama banyaknya perusahaan-perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Akuntansi sesungguhnya diyakini dapat membantu berbagai pihak untuk menyediakan informasi, membaca, bahkan memprediksi kondisi sebuah entitas.
968
Dibaca

Pengaruh Kurs Valuta Asing Terhadap Indeks Harga Saham Sektor Industri (Studi Empiris Pada Perusahaan Go Publik Sektor Industri Di Bursa Efek Jakarta)

Penelitan ini dilatarbelakangi oleh ketidakstabilan kurs valuta asing terhadap nilai tukar rupiah yang menjadikan pertimbangan bagi investor dalam menanamkan modalnya. Tujuan yang diharapkan adalah untuk mendapatkan bukti empiris tentang ada tidaknya pengaruh kurs valuta asing terhadap indek harga saham sektor industri baik secara serentak maupun secara individu.
1727
Dibaca

Pengaruh Tingkat Suku Bunga Dan Kurs Valuta Asing Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Di Bursa Efek Jakarta

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan suatu nilai yang berfungsi sebagai pengukuran kinerja suatu saham gabungan di bursa efek. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan cerminan dari minat investasi yang dilakukan oleh masyarakat (investor) pada saham. IHSG menjadi semacam pintu dan permulaan pertimbangan untuk melakukan investasi, sebab dari IHSG ini dapat diketahui situasi secara umum. Penelitian ini mengacu pada penelitian Haryono (2000). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh tingkat suku bunga dan kurs valuta asing terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta.
1498
Dibaca

Analisis Perubahan Kinerja Perusahaan Terhadap Cumulative Abnormal Return (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta)

Informasi akuntasi dalam bentuk keuangan banyak memberikan manfaat pada pengguna dalam mengambil keputusan bisnis dalam aktivitas jual beli saham di bursa efek. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menguji pengaruh perubahan kinerja keuangan perusahaan terhadap cumulative abnormal return. Kinerja Keungan pada penelitian ini meliputi Leverage Ratio, yaitu Total debt to Total Asset (DTA) dan Total Debt to Equity (DTE), Profitability Ratio yaitu Net Profit Margin (NPM) dan Return on Equity (ROE), Rasio Nilai Pasar yaitu Price Earning Ratio (PER).
1821
Dibaca

Analisa Pengaruh Suku Bunga Deposito, Inflasi dan Kurs Dollar Terhadap Indeks Harga Saham Sektor Keuangan

Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui atau mendapat bukti empiris tentang ada tidaknya pengaruh suku bunga deposito, inflasi dan kurs US $ terhadap indeks harga saham sektor keuangan baik secara bersama-sama maupun secara sendiri-sendiri. Dalam penelitian ini variabel independennya adalah suku bunga deposito, inflasi dan kurs US $, sedangkan variabel dependennya adalah indeks harga saham sektor keuangan.
3021
Dibaca

Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito, Kurs Valuta Asing, Tingkat Inflasi Dan Harga Saham Terhadap Volume Perdagangan Saham Pada Bursa Efek Jakarta

Tujuan penelitian: (1) Mengidentifikasi pengaruh tingkat suku bunga deposito, kurs tengah dollar Amerika, tingkat inflasi dan harga saham terhadap volume perdagangan saham pada PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. (2) Mengidentifikasi seberapa besar pengaruh tingkat suku bunga deposito, kurs tengah dollar Amerika, tingkat inflasi dan harga saham terhadap volume perdagangan saham pada PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama. (3) Mengidentifikasi variabel mana yang memiliki pengaruh terbesar terhadap volume perdagangan saham pada PT Bursa Efek Jakarta (BEJ).