Search
|
|
Hasil pencarian: 7 ditemukan (tampil 1 - 7) :
481
Dibaca
Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dan Harga Diri Dengan Kecenderungan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja
Masalah seksualitas selalu menjadi bahan yang menarik untuk dibicarakan. Masa remaja merupakan masa yang sangat peka dalam perkembangan seksualnya, karena masa ini fungsi hormon seksual meningkat sehingga kemasakan seksual yang disertai gejolak yang berasal dari dorongan seksual dapat menimbulkan keinginan yang tidak mudah dipahami, salah satunya kecenderungan perilaku seksual pranikah. Maka tak heran apabila remaja mempunyai kecenderungan untuk mengadopsi informasi yang diterima dari temannya, tanpa memiliki dasar informasi dari sumber yang dapat dipercaya, hal ini semakin mengurangi kemampuan kontrol diri remaja dalam mengekspresikan dorongan seksualnya.
17 Mar | Skripsi Psikologi
2583
Dibaca
Hubungan Antara Pembentukan Identitas Diri Dengan Pertemanan Pada Remaja
Kualitas pertemanan merupakan penilaian baik buruknya suatu hubungan dalam berteman dengan menekankan adanya rasa percaya diantara teman tersebut. Kualitas pertemanan berkaitan dengan karakteristik dan kepribadian seseorang, karena hal tersebut mencerminkan kematangan dari seseorang tersebut.
8 Sep | Skripsi Psikologi
4228
Dibaca
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Penderita Tuberkulosis Paru Di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4)
Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Saat ini penyakit Tuberkulosis Paru masih dianggap menjadi masalah utama di negara berkembang seperti di Indonesia, hal ini karena berkaitan dengan perilaku, ekonomi dan tingkat sosial budaya masyarakatnya. Dewasa ini sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi Tuberkulosis. Setiap tahun ada sekitar 8 juta penderita baru TB dan hampir 3 juta orang yang meninggal di seluruh dunia akibat penyakit ini.
4 Sep | Skripsi Keperawatan
655
Dibaca
Hubungan Antara Kecenderungan Berpikir Positif Dengan Kebermaknaan Hidup Pada Perawat
Perawat merupakan faktor penting yang ikut memberi kontribusi yang besar untuk suksesnya sebuah rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Bertindak positif dengan didasari pemikiran bahwa bila membiasakan diri melakukan tindakan positif akan memberi dampak terhadap perkembangan pribadi dan kehidupan sosialnya. Hal ini menunjukkan bahwa mencari aspek positif dalam hidupnya dan adanya sikap berprilaku baik terhadap orang lain merupakan wujud dari tingginya kebermaknaan hidup seseorang. Berdasarkan hal tersebut diatas penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecenderungan berpikir positif dengan kebermaknaan hidup.
26 Agu | Skripsi Psikologi
726
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Intensif Dan Lingkungan Kerja Dengan Loyalitas Kerja
Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masih terbatasnya tenaga kerja yang profesional, terampil dan terlatih membuat perusahaan berusaha mempertahankan karyawan sebagai salah satu mitra utama yang perlu dipertahankan untuk menunjang efisiensi dan produktivitas perusahaan. Adanya loyalitas yang tinggi akan memberikan pengaruh positif, yaitu menimbulkan kepuasan kerja, semangat kerja, prestasi kerja yang baik dan keinginan untuk tetap bekerja di perusahaan.
9 Agu | Skripsi Psikologi
1031
Dibaca
Perbedaan Ketrampilan Sosial Anak Prasekolah Di Tinjau Dari Sistem Pendidikan Formal
Keterampilan sosial individu bukan hanya diperlukan untuk mengaktualisasikan dirinya namun juga untuk bisa memahami orang lain di luar dirinya. Keterampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak, misalnya dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya, memberikan tugas dan tanggung jawab sesuai perkembangan anak, dan sebagainya.
7 Nov | Skripsi Psikologi
999
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Lingkungan Psikososial Kerja Dan Kepuasan Kerja Dengan Komitmen Karyawan Pada Perusahaan
Komitmen karyawan untuk tetap bekerja pada organisasi merupakan wujud perasaan setia atau loyal pada perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen karyawan berorganisasi, diantaranya adalah persepsi karyawan terhadap lingkungan psikososial dan kepuasan kerja. Adanya persepsi karyawan yang baik atau positif terhadap lingkungan psikososial kerja maka akan mendorong karyawan untuk bekerja dengan nyaman dan senang hati sehingga karyawan merasa puas terhadap hasil kerjanya, yang pada akhirnya akan berimplikasi pada peningkatan komitmen karyawan pada perusahaan.
29 Sep | Skripsi Psikologi

