Search
|
|
Hasil pencarian: 12 ditemukan (tampil 1 - 12) :
412
Dibaca
Pengaruh Upah Insentif Dan Jaminan Sosial Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Di Dinas Kebudayaan Dan Permuseuman DKI Jakarta
Latar belakang dalam skripsi ini adalah pemberian motivasi kerja yang berupa upah insentif dan jaminan sosial untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah insentif dan jaminan sosial berpengaruh dan mempunyai hubungan yang significant terhadap produktivitas kerja karyawan di Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Adapun manfaat penelitian bagi Instansi yang menjadi objek penelitian, diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pimpinan Dinas Kebudayaan dan permuseuman DKI Jakarta dalam Menentukan kebijaksanaan khususnya masalah pemberian upah insentif dan jaminan sosial guna meningkatkan produktivitas kerja karyawan dimasa yang akan datang.
6 Mar | Skripsi Ekonomi
2355
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik Dan Budaya Organisasi Dengan Kinerja Karyawan
Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi mempunyai tujuan yang berupa kinerja. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya adalah kepemimpinan dan budaya organisasi. Suatu organisasi tanpa adanya pemimpin maka organisasi itu tidak dapat bertahan lama. Kepemimpinan Kharismatik dapat menghasilkan kinerja yang tinggi dikalangan pengikutnya hal ini dikarenakan bahwa orang-orang yang bekerja untuk pemimpin kharismatik termotivasi untuk mengeluarkan upaya kerja ekstra dan karena mereka menyukai pemimpin mereka.
11 Sep | Skripsi Psikologi
1735
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional Dengan Motivasi Mengembangkan Karir
Motivasi mengembangkan karir merupakan salah satu perwujudan dari sikap berprestasi pada setiap karyawan yang sadar untuk maju. Apabila individu atau karyawan memliki motivasi terhadap karir maka tuntutan kerja dan pekerjaan yang begitu banyak harus dikerjakan sesuai target. Namun untuk mencapai tingkat karir tertentu bukanlah suatu hal yang sederhana.
10 Sep | Skripsi Psikologi
1688
Dibaca
Hubungan Antara Kemampuan Empati Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Kecenderungan Berperilaku Altruistik Pada Remaja
Perkembangan jaman yang terus bergulir ternyata membawa pengaruh pergeseran nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Remaja yang diharapkan mempunyai kepekaan terhadap kebutuhan orang lain ternyata cenderung bersikap individualistis dan tidak mau memberikan pertolongan kepada orang lain. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini antara lain : (1) Ada hubungan antara kemampuan empati dan interaksi teman sebaya terhadap kecenderungan berperilaku altruistik pada remaja, (2) Ada hubungan positif antara kemampuan empati dengan kecenderungan berperilaku altruistik pada remaja, (3) Ada hubungan positif antara interaksi teman sebaya dengan kecenderungan berperilaku altruistik pada remaja.
1 Sep | Skripsi Psikologi
728
Dibaca
Pengaruh Outbound Management Training Terhadap Peningkatan Motivasi Kerjasama
Kerjasama adalah kepedulian satu orang atau satu pihak dengan orang atau pihak lain yang tercermin dalam suatu kegiatan yang menguntungkan semua pihak dengan prinsip saling percaya, menghargai dan adanya norma yang mengatur, makna kerjasama dalam hal ini adalah kerjasama dalam konteks organisasi, yaitu kerja antar anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi (seluruh anggota). Mencermati pentingnya kerjasama dalam mencapai tujuan bersama sebuah tim, maka bukanlah hal yang berlebihan manakala pelatihan kerjasama atau pelatihan alam terbuka (outbound management training) menjadi pilihan untuk meningkatkan motivasi kerjasama.PENGARUH OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI KERJASAMA
27 Agu | Skripsi Psikologi
1423
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pola Asuh Orangtua Dengan Kemandirian Belajar Pada Siswa SMP Muhammadiyah Salatiga
Perilaku mandiri merupakan aspek penting bagi individu dalam proses belajar mengajar serta berdampak positif pada kualitas belajar individu karena menyangkut inisiatif individu. Kemampuan individu untuk dapat mandiri tidak terbentuk dengan sendirinya. Keluarga berperan penting dalam menumbuhkan kemandirian anak. Keluarga, khususnya pola asuh yang diterapkan orangtua mempunyai pengaruh yang paling berarti bagi proses pendidikan individu. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua dengan kemandirian belajar. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan antara persepsi terhadap pola asuh orangtua dengan kemandirian belajar dan ada perbedaan kemandirian belajar ditinjau dari tipe pola asuh orangtua.
25 Agu | Skripsi Psikologi
756
Dibaca
Hubungan Antara Tingkat Religiusitas Dengan Motivasi Meninggalkan Profesi Pekerja Seks Komersial Di Lokalisasi Sunan Kuning Semarang
Pekerja seks komersial baik yang di dalam lokalisasi maupun yang berada di luar lokalisasi (liar) mereka sama-sama berdampak yang tidak baik bagi keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Hal tersebut disebabkan karena dengan adanya PSK yang mangkal di suatu tempat maka sekitar tempat tersebut akan menjadi ramai dan suasana akan menjadi tidak tertib dan juga di tempat tersebut rawan terhadap orang-orang mabuk yang sering mengganggu siapa saja yang bisa dijumpai bahkan rawan perampasan, penodongan. Bagi lingkungan lokalisasi sedikit ada perbedaan di mana suasananya lebih bisa dikendalikan daripada lingkungan di luar lokalisasi Salah satu upaya untuk menanggulangi kegiatan prostitusi adalah dengan menumbuhkan suatu motivasi dari para pekerja seks komersial supaya meninggalkan profesinya. Salah satu faktor yang dapat menumbuhkan motivasi meninggalkan profesi pekerja seks yaitu tingkat religiusitas.
23 Agu | Skripsi Psikologi
1106
Dibaca
Hubungan Tingkat Kematangan Sosial Dengan Kohesivitas Kelompok Pada Mahasiswa Aktivis Organisasi
Kohesivitas kelompok merupakan suatu keadaan kelompok yang memiliki solidaritas yang tinggi, bekerjasama dengan baik dan mempunyai komitmen bersama yang kuat untuk mencapai tujuan kelompok sehingga anggota kelompoknya merasa puas. Dalam kelompok yang kohesif anggotanya mempersepsi anggota kelompok yang lain secara positif sehingga konflik dan pertentangan selalu diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Suatu lingkungan kelompok yang kohesif dapat dibentuk individu dengan tercapainya kematangan sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya.
16 Agu | Skripsi Psikologi
1451
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Otoriter Dan Komunikasi Interpersonal Dengan Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan perasaan positif terhadap tugas-tugas dan masalah-masalah yang dihadapi dalam bekerja didapatkan suatu hasil kerja yang berkualitas dan kebahagiaan dalam bekerja. Persepsi terhadap gaya kepemimpinan otoriter adalah penafsiran seseorang terhadap gaya pemimpin yang membuat keputusan sendiri karena kekuasaan terpusat pada satu atau diri pemimpin itu sendiri. Komunikasi interpersonal adalah suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung oleh dua orang atau lebih sebagai komunikan dan komunikator dengan tujuan untuk mengubah sikap, pendapat dan pikiran yang berlangsung secara dialogis.
11 Agu | Skripsi Psikologi
1677
Dibaca
Hubungan Persepsi Terhadap Kepemimpinan Wanita Dalam Mengambil Keputusan Dengan Motivasi Kerja Karyawan Pada Perusahaan Meubel
Pembahasan kaum perempuan semakin santer dan menjadi lebih luas seiring dengan maraknya isu gender didengungkan untuk menggambarkan lebih jelas posisi dan peran sosial kaum perempuan dan laki-laki di dalam masyarakat. Begitu pula dalam sebuah perusahaan, wanita yang menjadi pemimpin. Namun faktor budaya selama ini membentuk identitas laki-laki dan perempuan secara berbeda. Pada suatu kultur patrelenial dan andosentris, beban peran seks laki-laki lebih dominan dibanding peran seks perempuan
10 Jan | Skripsi Psikologi
1172
Dibaca
Hubungan Antara Human Relations Dengan Intensi Turn Over
Intensi turn over merupakan tingkat kekuatan niat karyawan untuk pindah dari suatu perusahaan ke perusahaan yang lain. Pergantian karyawan atau turn over merupakan masalah yang dihadapi para pengusaha sejak dahulu. Salah satu faktor yang mempengaruhi intensi turn over pada karyawan adalah hubungan yang manusiawi antar individu dalam sebuah perusahaan atau yang dikenal dengan istilah human relations. Hubungan yang baik antara karyawan dengan pimpinan maupun karyawan dengan karyawan, akan membuat suasana kerja menjadi menyenangkan dan akan mempengaruhi perilaku kerja karyawan dalam perusahaan. Dengan kata lain, bahwa dengan human relations yang baik maka karyawan tersebut maupun pihak perusahaan mampu menekan peningkatan intensi turn over.
23 Des | Skripsi Psikologi
1492
Dibaca
Hubungan Antara Kepuasan Akan Penghargaan Dengan Motivasi Berprestasi Pada Karyawan
Motivasi berprestasi merupakan dorongan yang ada pada diri individu untuk bersaing, bekerja dengan lebih baik demi tercapainya prestasi serta kualitas kerja yang tinggi dari apa yang pernah dilakukan sebelumnya. Motivasi berprestasi dapat meningkat apabila karyawan merasa puas kerjanya dihargai oleh perusahaan sehingga karyawan dapat terpenuhi kebutuhan kepuasan akan penghargaan. Kepuasan akan penghargaan merupakan keadaan emosional yang menyenangkan dalam diri karyawan karena telah melakukan pekerjaan lebih baik dari orang lain, yang mendorong individu untuk menyelesaikan tugas lebih sukses sehingga mencapai prestasi yang lebih tinggi. Aspek kepuasan akan penghargaan antara lain: finansial, promosi jabatan, dan pengakuan serta pujian.
11 Nov | Skripsi Psikologi

