Search
|
|
Hasil pencarian: 6 ditemukan (tampil 1 - 6) :
3565
Dibaca
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Penderita Tuberkulosis Paru Di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4)
Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Saat ini penyakit Tuberkulosis Paru masih dianggap menjadi masalah utama di negara berkembang seperti di Indonesia, hal ini karena berkaitan dengan perilaku, ekonomi dan tingkat sosial budaya masyarakatnya. Dewasa ini sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi Tuberkulosis. Setiap tahun ada sekitar 8 juta penderita baru TB dan hampir 3 juta orang yang meninggal di seluruh dunia akibat penyakit ini.
04 Sep | Skripsi Keperawatan
4919
Dibaca
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi terjadinya ISPA Pada Balita Di Kelurahan Selokaton Wilayah Kerja Puskesmas Gondangrejo Karanganyar
Penelitian ini adalah tingginya angka kejadian ISPA pada balita menunjukkan ISPA merupakan kelompok penyakit yang kompleks. Salah satu penularan ISPA adalah melalui udara yang tercemar dan masuk melalui saluran pernafasan. Secara demografis wilayah Puskesmas Gondangrejo Karanganyar berdekatan dengan kawasan industri sehingga pencemaran udara diperkirakan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya ISPA pada balita di Kelurahan Selokaton wilayah kerja Puskesmas Gondangrejo Karanganyar Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan metode kasus kontrol.
03 Sep | Skripsi Keperawatan
1443
Dibaca
Pola Pengobatan penyakit Demam Berdarah Pada Anak Di Instalasi Rawat Inap RSUD XXX Tahun 2004
Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Obat yang tepat belum ditemukan, pengobatan yang diberikan biasanya bersifat penurun demam dan penghilang rasa sakit pada otot-otot sendi selain harus istirahat mutlak dan banyak minum, selain itu juga diberikan cairan elektrolit untuk mengganti ion tubuh yang hilang. Upaya pemerintah untuk memberantas demam berdarah adalah dengan cara memutuskan mata rantai penularannya.
02 Jun | Skripsi Farmasi
2221
Dibaca
Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Perawat Dengan Kinerja Perawat Dalam Pelaksanaan Program Penanggulangan Tuberkulosis Di Puskesmas
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan perawat dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan program penanggulangan Tuberkulosis (P2 TB) di puskesmas se Kabupaten XXX, menggunakan rancangan penelitian non eksperimen dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah perawat di puskesmas se Kabupaten XXX dan yang dapat dijadikan responden sejumlah 100 orang dari 31 puskesmas. Menggunakan data primer dan sekunder, pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner untuk variabel tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan. Tehnik analisa statistik yang digunakan adalah korelasi.
08 Nov | Skripsi Keperawatan
1701
Dibaca
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Terapi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten XXX Bulan Juli - September 2004
ISPA merupakan penyakit infeksi akut yang terjadi di setiap tempat di sepanjang saluran nafas. Usaha pengobatan yang dilakukan adalah dengan antibiotik. Pemberian antibiotik yang ideal adalah berdasarkan pemeriksaan mikrobiologis dan uji kepekaan kuman, akan tetapi dalam praktek sehari-hari pemeriksaan mikrobiologis kuman penyebab infeksi pada setiap pasien tidak mungkin dilakukan. Dampak negatif penggunaan antibiotik yang tidak tepat adalah munculnya resistensi kuman terhadap antibiotik, meningkatnya efek samping obat dan biaya pengobatan yang tinggi.
03 Nov | Skripsi Farmasi
1126
Dibaca
Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Anak Rawat Jalan Di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Tahun 2003
Program pemberantasan tuberkulosis paru telah dilaksanakan sejak 1979, namun penerapannya masih belum dapat dinyatakan berhasil. Sejak 1995 program strategi baru mulai diterapkan puskesmas menggunakan obat antituberkulosis yang terbagi atas 3 paket obat, yakni obat antituberkulosis kategori I, II, dan III.
03 Okt | Skripsi Farmasi

