Search

Hasil pencarian: 43 ditemukan (tampil 1 - 20) :
227
Dibaca

Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Dan Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasianal Dengan Disiplin Kerja Pada Karyawan

Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, persaingan di berbagai bidang pun juga semakin ketat termasuk didalamnya adalah bidang industri. Untuk mengimbangi hal tersebut, maka dalam suatu organisasi perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai penentu keberhasilan suatu perusahaan. Karena secanggih apapun sarana kerja tanpa adanya fungsi tenaga kerja manusia maka keberadaan suatu perusahaan tersebut tidak akan berarti. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa didukung oleh adanya kualitas yang baik dari karyawan dalam melaksanakan tugas maka tujuan perusahaan itu tidak akan tercapai dengan maksimal.
138
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Performance Appraisal Dan Pengembangan Karir Dengan Motivasi Kerja Karyawan

Karyawan yang memiliki motivasi kerja yang rendah menunjukkan gejala-gejala antara lain: kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki atas hasil kerja dan penampilannya, sikap tubuh dan posisi tubuh yang menurun dan terlihat malas-malasan, sulit untuk berkonsentrasi, tidak betah di kantor dan banyak mengeluh. Motivasi kerja merupakan suatu konsep yang menguraikan tentang kekuatan yang ada dalam diri karyawan yang memulai dan mengarahkan perilaku. Berhasil tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat tergantung pada seperangkat kerja yang baik, dimana salah satunya yang paling penting adalah motivasi kerja karyawan yang tinggi. Banyak faktor yang menentukan tinggi rendahnya motivasi kerja karyawan, di antaranya adalah performance appraisal dan pengembangan karir. Motivasi kerja akan maksimal apabila didukung adanya performance appraisal yang dilakukan oleh perusahaan dan adanya program pengembangan karir.
380
Dibaca

Persepsi Mahasiswa Terhadap Etika Akuntan Publik

Seorang akuntan dalam menjalankan profesinya diatur oleh suatu etika akuntan. Etika akuntan, yaitu norma perilaku yang mengatur hubungan antara akuntan dengan para klien, antara akuntan dengan teman sejawatnya, dan antara akuntan dengan masyarakat. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sejak tahun 1973 telah mengesahkan “Kode Etik Akuntan Indonesia” yang telah mengalami revisi pada tahun 1986, dan terakhir pada tahun 1994. Dalam pasal 1 ayat (2) Kode Etik Akuntan Indonesia mengamanatkan setiap anggota harus mempertahankan integritas dan obyektivitas dalam melaksanakan tugasnya.
1200
Dibaca

Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Praktik Perataan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta

Perataan laba dapat didefinisikan sebagai cara yang digunakan oleh manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan agar sesuai dengan target yang diinginkan baik secara artifisial maupun riil (Atmini,2000). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang dapat dihubungkan dengan perataan laba di Indonesia. Faktor-faktor tersebut antara lain ROI, ROE, DER, LEV dan CR. Untuk menentukan dapat terjadinya praktek perataan laba digunakan Indeks Eckel.
2355
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik Dan Budaya Organisasi Dengan Kinerja Karyawan

Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi mempunyai tujuan yang berupa kinerja. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya adalah kepemimpinan dan budaya organisasi. Suatu organisasi tanpa adanya pemimpin maka organisasi itu tidak dapat bertahan lama. Kepemimpinan Kharismatik dapat menghasilkan kinerja yang tinggi dikalangan pengikutnya hal ini dikarenakan bahwa orang-orang yang bekerja untuk pemimpin kharismatik termotivasi untuk mengeluarkan upaya kerja ekstra dan karena mereka menyukai pemimpin mereka.
1735
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional Dengan Motivasi Mengembangkan Karir

Motivasi mengembangkan karir merupakan salah satu perwujudan dari sikap berprestasi pada setiap karyawan yang sadar untuk maju. Apabila individu atau karyawan memliki motivasi terhadap karir maka tuntutan kerja dan pekerjaan yang begitu banyak harus dikerjakan sesuai target. Namun untuk mencapai tingkat karir tertentu bukanlah suatu hal yang sederhana.
1270
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pelaksanaan Testing Psikologi Dengan Kecemasan Calon Tenaga Kerja Job-Hoping

Seseorang yang akan menghadapi tes, apalagi tes psikologi akan merasa suatu ketidakpastian mengenai apa yang harus dipersiapkan, apa yang akan dihadapinya, dan bagaimana tes itu nanti akan dikenakan padanya (kecuali bila ia sudah berpengalaman dalam hal tes psikologi). Sering dijumpai orang akan merasa sangat gelisah dan cemas karena harus mengikuti tes psikologi.
1169
Dibaca

Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Disiplin Kehadirab Kerja Pada Karyawan Operasional

Pengaruh budaya organisasi mempunyai arti penting bagi individu yang bekerja didalamnya, karena budaya organisasi ini akan mempengaruhi baik secara langsung atau tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi yang kuat akan meningkatkan kinerja individu secara keseluruhan dan berpengaruh positif pada perilaku karyawan, sehingga menimbulkan kinerja yang baik dan merangsang disiplin kerja yang tinggi. Disamping itu pemahaman karyawan terhadap budaya organisasi membawa pengaruh yang besar bagi pencapaian tujuan organisasi dan disiplin kerja karyawan itu sendiri. Karyawan yang memahami budaya organisasi secara mendalam akan merangsang disiplin kerja yang tinggi.
776
Dibaca

Hubungan Antara Self-Eficacy Dengan Tingkat Stress Kerja

Setiap orang memiliki kemampuan berbeda untuk menyangga beban pekerjaannya. Di antara mereka barangkali ada yang cocok untuk beban fisik, mental, atau sosial atas pekerjaan yang ditekuni. Apapun jenis dan namanya pekerjaan, secara umum mereka hanya mampu memikul beban sampai suatu batas tertentu, bahkan ada beban yang dirasa optimal bagi seseorang untuk dapat memikulnya, namun bagi yang lain sebaliknya. Di dalam bekerja karyawan akan dihadapkan pada serangkaian tugas dan situasi kerja yang menuntut karyawan tersebut untuk mampu mengatasi situasi kerja tertentu dan mampu menyelesaikan tugas.
782
Dibaca

Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dengan Intensi Turn Over

Suatu perusahaan yang memperkerjakan tenaga manusia penting sekali memperhatikan masalah kepuasan kerja, karena karyawan yang merasa puas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya, sehingga kemungkinan tingkat absensi dan intensi turn over-nya akan rendah. Namun dalam kenyataannya, perusahaan kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan seperti upah kerja yang rendah, kondisi lingkungan kerja yang buruk, jam kerja yang melewati batas serta tidak adanya jaminan sosial. Hal ini merupakan penyebab utama timbulnya turn over, salah satu cara untuk mengantisipasinya perlu ditanamkan komitmen organisasi karyawan pada perusahaan, sebab karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi akan memiliki loyalitas yang besar pada perusahaan dan intensi turn over yang rendah.
856
Dibaca

Hubungan Antara Sikap Terhadap Iklan Kosmetik Di Televisi Dengan Perilaku Konsumtif

Membaiknya perekonomian di Indonesia, salah satunya ditandai dengan semakin banyaknya iklan yang menawarkan barang dan jasa, seperti iklan kosmetik, makanan, iklan produk elektronik dan sebagainya. Iklan-iklan tersebut terkadang sering membuat konsumen tergoda, terutama remaja, padahal apa yang ditawarkan oleh iklan belum tentu cocok. Perilaku konsumtif yang ditunjukkan oleh remaja terkadang hanya untuk menunjukkan gengsi bukan karena kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap iklan di televisi dengan perilaku konsumtif. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara sikap terhadap iklan kosmetik di televisi dengan perilaku konsumtif.
1281
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Demokratis Dengan Kepuasan Kerja Karyawan

Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor dalam pekerjaan yang cukup penting karena dapat mempengaruhi jalannya perusahaan secara keseluruhan. Putusnya komunikasi antara pimpinan dan karyawan sangat berpengaruh terhadap jalannya roda organisasi. Hal ini harus menjadi perhatian seorang pimpinan dalam penerapan kebijaksanaan. Persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan pimpinan akan berpengaruh terhadap semangat kerja. Pekerja akan merasa memiliki kepuasan kerja apabila ia merasa dihargai sebagai manusia bukan sebagai mesin yang dapat menghasilkan barang.
1150
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Dengan Loyalitas Kerja

Manusia dalam lingkungan kerja harus mampu bekerjasama dengan seluruh komponen yang terlibat dalam suatu perusahaan, perilaku pemimpin akan dipersepsikan oleh bawahannya sehingga hal ini akan mempengaruhi loyalitas kerja karyawan. Persepsi terhadap gaya kepemimpinan adalah proses kognitif karyawan dalam menilai, mengevaluasi dan menafsirkan perilaku kepemimpinan yang diterapkan oleh perusahaan baik yang berorientasi pada tugas maupun yang berorientasi pada bawahan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Loyalitas kerja adalah keadaan dan aktivitas yang menyangkut fisik, psikis dan sosial yang menyebabkan individu mempunyai dorongan yang kuat untuk tetap menjadi anggota perusahaan, taat pada peraturan, bertanggung jawab, dan sikap kerja kerja.
1106
Dibaca

Hubungan Tingkat Kematangan Sosial Dengan Kohesivitas Kelompok Pada Mahasiswa Aktivis Organisasi

Kohesivitas kelompok merupakan suatu keadaan kelompok yang memiliki solidaritas yang tinggi, bekerjasama dengan baik dan mempunyai komitmen bersama yang kuat untuk mencapai tujuan kelompok sehingga anggota kelompoknya merasa puas. Dalam kelompok yang kohesif anggotanya mempersepsi anggota kelompok yang lain secara positif sehingga konflik dan pertentangan selalu diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Suatu lingkungan kelompok yang kohesif dapat dibentuk individu dengan tercapainya kematangan sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya.
1360
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Karakteristik Guru Bimbingan Dan Konseling Dengan Motivasi Berkonsultasi

Masa remaja adalah perubahan dan perkembangan emosional, fisik, dan sosial yang cepat dan berbeda-beda dari masa-masa sebelumnya, masa ini tidak bisa dikekang dan tidak boleh terlalu diberi kebebasan bertindak. Masa yang membutuhkan bimbingan dan bantuan agar terhindar dari perilaku yang merugikan baik bagi dirinya atau bagi lingkungan. Bimbingan dan konseling sebagian dari tugasnya adalah membantu dan membimbing remaja menemukan potensi-potensi dalam diri remaja khususnya di sekolah.
1453
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Otoriter Dan Komunikasi Interpersonal Dengan Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja merupakan perasaan positif terhadap tugas-tugas dan masalah-masalah yang dihadapi dalam bekerja didapatkan suatu hasil kerja yang berkualitas dan kebahagiaan dalam bekerja. Persepsi terhadap gaya kepemimpinan otoriter adalah penafsiran seseorang terhadap gaya pemimpin yang membuat keputusan sendiri karena kekuasaan terpusat pada satu atau diri pemimpin itu sendiri. Komunikasi interpersonal adalah suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung oleh dua orang atau lebih sebagai komunikan dan komunikator dengan tujuan untuk mengubah sikap, pendapat dan pikiran yang berlangsung secara dialogis.
1264
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan Konsumen

Pada era globalisasi sekarang krisis perbankan melanda Indonesia. Persaingan yang ketat di berbagai bidang pekerjaan membuat manusia yang terlibat di dalamnya ingin memberikan yang terbaik bagi orang lain, terutama dengan masalah pelayanan. Ketika melayani pelanggan, karyawan harus pandai menempatkan diri agar timbul keselarasan antara pelanggan dengan karyawan. Keberhasilan suatu penjualan ditentukan juga oleh kemampuan karyawan dalam menyelami persepsi para pembeli atau konsumen sehingga dapat diketahui apa yang diinginkan oleh konsumen.
726
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Intensif Dan Lingkungan Kerja Dengan Loyalitas Kerja

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masih terbatasnya tenaga kerja yang profesional, terampil dan terlatih membuat perusahaan berusaha mempertahankan karyawan sebagai salah satu mitra utama yang perlu dipertahankan untuk menunjang efisiensi dan produktivitas perusahaan. Adanya loyalitas yang tinggi akan memberikan pengaruh positif, yaitu menimbulkan kepuasan kerja, semangat kerja, prestasi kerja yang baik dan keinginan untuk tetap bekerja di perusahaan.
787
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Otoriter Dan Self Efficacy Dengan Stres Kerja

Karyawan dalam bekerja akan dihadapkan pada serangkaian tugas dan situasi kerja yang menuntut karyawan tersebut untuk mampu mengatasi situasi kerja tertentu dan mampu menyelesaikan tugas. Keadaan tersebut dapat memicu timbulnya stres pada pekerja, stres kerja yang terjadi diantaranya dipengaruhi oleh persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan serta self efficacy pada karyawan yang bersangkutan.
960
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Human Relations Dan Gaya Kepemimpinan Dengan Efektivitas Kerja Karyawan

Skripsi ini disusun dengan dilatarbelakangi masalah efektivitas kerja bagi perusahaan yang merupakan isu strategis bagi perusahaan untuk memprogram Sumber Daya Manusia. Perusahaan berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat dalam rangka menghadapi persaingan bebas antara perusahaan milik pemerintah maupun milik swasta. Namun dalam pelaksanaannya pemimpin perusahaan hanya mengutamakan mutu usaha tanpa melakukan pengawasan yang intensif pada karyawan, sehingga produktivitas yang dihasilkan dari karyawan terkadang tidak sesuai dengan keinginan pimpinan.