Search
|
|
Hasil pencarian: 12 ditemukan (tampil 1 - 12) :
138
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Performance Appraisal Dan Pengembangan Karir Dengan Motivasi Kerja Karyawan
Karyawan yang memiliki motivasi kerja yang rendah menunjukkan gejala-gejala antara lain: kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki atas hasil kerja dan penampilannya, sikap tubuh dan posisi tubuh yang menurun dan terlihat malas-malasan, sulit untuk berkonsentrasi, tidak betah di kantor dan banyak mengeluh. Motivasi kerja merupakan suatu konsep yang menguraikan tentang kekuatan yang ada dalam diri karyawan yang memulai dan mengarahkan perilaku. Berhasil tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat tergantung pada seperangkat kerja yang baik, dimana salah satunya yang paling penting adalah motivasi kerja karyawan yang tinggi. Banyak faktor yang menentukan tinggi rendahnya motivasi kerja karyawan, di antaranya adalah performance appraisal dan pengembangan karir. Motivasi kerja akan maksimal apabila didukung adanya performance appraisal yang dilakukan oleh perusahaan dan adanya program pengembangan karir.
10 Mar | Skripsi Psikologi
413
Dibaca
Pengaruh Upah Insentif Dan Jaminan Sosial Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Di Dinas Kebudayaan Dan Permuseuman DKI Jakarta
Latar belakang dalam skripsi ini adalah pemberian motivasi kerja yang berupa upah insentif dan jaminan sosial untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah insentif dan jaminan sosial berpengaruh dan mempunyai hubungan yang significant terhadap produktivitas kerja karyawan di Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Adapun manfaat penelitian bagi Instansi yang menjadi objek penelitian, diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pimpinan Dinas Kebudayaan dan permuseuman DKI Jakarta dalam Menentukan kebijaksanaan khususnya masalah pemberian upah insentif dan jaminan sosial guna meningkatkan produktivitas kerja karyawan dimasa yang akan datang.
6 Mar | Skripsi Ekonomi
2647
Dibaca
Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Dan Etos Kerja Dengan Produktivitas Kerja
Masalah produktivitas kerja di Indonesia telah lama dibahas dan diperhatikan oleh berbagai pihak yang berkompeten. Hal ini mengingat produktivitas kerja di Indonesia masih belum memadai atau dengan kata lain masih rendah dilihat dari melimpahnya SDM yang kita miliki. Setiap perusahaan menginginkan agar produktivitas kerja karyawannya tinggi, karena dengan produktivitas kerja yang tinggi tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan saja tetapi karyawan akan ikut serta menikmati hasil keuntungan perusahaan tersebut.
11 Sep | Skripsi Psikologi
1735
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional Dengan Motivasi Mengembangkan Karir
Motivasi mengembangkan karir merupakan salah satu perwujudan dari sikap berprestasi pada setiap karyawan yang sadar untuk maju. Apabila individu atau karyawan memliki motivasi terhadap karir maka tuntutan kerja dan pekerjaan yang begitu banyak harus dikerjakan sesuai target. Namun untuk mencapai tingkat karir tertentu bukanlah suatu hal yang sederhana.
10 Sep | Skripsi Psikologi
960
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Human Relations Dan Gaya Kepemimpinan Dengan Efektivitas Kerja Karyawan
Skripsi ini disusun dengan dilatarbelakangi masalah efektivitas kerja bagi perusahaan yang merupakan isu strategis bagi perusahaan untuk memprogram Sumber Daya Manusia. Perusahaan berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat dalam rangka menghadapi persaingan bebas antara perusahaan milik pemerintah maupun milik swasta. Namun dalam pelaksanaannya pemimpin perusahaan hanya mengutamakan mutu usaha tanpa melakukan pengawasan yang intensif pada karyawan, sehingga produktivitas yang dihasilkan dari karyawan terkadang tidak sesuai dengan keinginan pimpinan.
6 Agu | Skripsi Psikologi
1678
Dibaca
Hubungan Persepsi Terhadap Kepemimpinan Wanita Dalam Mengambil Keputusan Dengan Motivasi Kerja Karyawan Pada Perusahaan Meubel
Pembahasan kaum perempuan semakin santer dan menjadi lebih luas seiring dengan maraknya isu gender didengungkan untuk menggambarkan lebih jelas posisi dan peran sosial kaum perempuan dan laki-laki di dalam masyarakat. Begitu pula dalam sebuah perusahaan, wanita yang menjadi pemimpin. Namun faktor budaya selama ini membentuk identitas laki-laki dan perempuan secara berbeda. Pada suatu kultur patrelenial dan andosentris, beban peran seks laki-laki lebih dominan dibanding peran seks perempuan
10 Jan | Skripsi Psikologi
1278
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kondisi Lingkungan Fisisk Kerja Dengan Kebosanan Kerja
Kebosanan kerja muncul ketika individu mendapati bahwa pekerjaannya tidak mempunyai tantangan, dan ketika minatnya untuk melaksanakan pekerjaan hilang. Seperti halnya kelelahan, kebosanan kerja adalah pengalaman yang tidak menyenangkan, sering dicirikan dengan kesulitan menjaga perhatian selama bekerja. Namun dalam kondisi yang penuh tuntutan dan menekan di lingkungan kerja tidak membuat karyawan mengalami kebosanan kerja, tergantung dari cara individu memberikan arti atau persepsi terhadap setiap hal yang menekan di tempat kerja dan bagaimana individu mensikapi setiap tekanan yang terjadi di lingkungan kerja.
20 Des | Skripsi Psikologi
2128
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Dan Komunikasi Interpersonal Atasan-Bawahan Dengan Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja mempunyai arti penting bagi karyawan dalam suatu perusahaan. Salah satu aspek kepuasan kerja yang penting dewasa ini adalah persepsi terhadap gaya kepemimpinan. Persepsi terhadap gaya kepemimpinan yang baik menimbulkan perasaan positif karyawan seperti penghargaan. Kebutuhan yang paling pokok dan paling vital dalam suatu kepemimpinan selain gaya kepemimpinan adalah komunikasi. Pimpinan pada suatu perusahaan harus mendukung terjalinnya komunikasi interpersonal yang kuat di antara atasan dan bawahan agar tujuan perusahaan tercapai.
13 Nov | Skripsi Psikologi
1140
Dibaca
Hubungan Antara Human Relation Dan Selft Efficacy Dengan Komitmen Karyawan Terhadap Perusahaan
Karyawan yang melaksanakan tugasnya dengan semangat dan penuh kegairahan adalah keadaan yang diharapkan oleh suatu perusahaan, karena dengan demikian perusahaan akan mampu mewujudkan tujuan dengan tercapainya produktivitas yang semakin meningkat. Gairah karyawan dalam bekerja akan dapat terwujud seiring meningkatkannya komitmen karyawan terhadap perusahaan. Disisi lain keadaan tidak menyenangkan yang dirasakan karyawan tidak akan diketahui oleh pihak manejemen perusahaan tanpa terwujudnya human relations yang baik yang didukung dengan self efficacy yang tinggi.
12 Nov | Skripsi Psikologi
872
Dibaca
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pemutusan Hubungan Kerja Dengan Motivasi Berprestasi Pada Karyawan
Motivasi berprestasi atau need for achievement adalah kebutuhan individu untuk berbuat lebih baik dari orang lain, yang mendorong individu untuk menyelesaikan tugas yang lebih baik dan untuk mencapai prestasi yang tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi adalah persepsi karyawan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK). Karyawan yang menilai secara positif terjadinya pemutusan hubungan kerja tidak akan menjadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang menekan baginya, dan tentu saja persepsi tersebut akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku karyawan dalam bekerja, dimana karyawan akan memiliki semangat kerja yang tinggi untuk menghindari adanya PHK sekaligus menunjukkan pada perusahaan bahwa dirinya mampu berprestasi dengan baik.
10 Okt | Skripsi Psikologi
772
Dibaca
Motivasi Bekerja Kondektur Wanita Pada PO. Karya Jaya Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi yang mendorong wanita bekerja sebagai kondektur. Subjek penelitian adalah wanita yang bekerja sebagai kondektur dan bagian personalia. Wanita yang bekerja sebagai kondektur berjumlah 3 orang dan 1 orang bagian personalia sebagai data pendukung.
1 Okt | Skripsi Psikologi
1312
Dibaca
Hubungan Antara Sikap Terhadap Penerapan Program Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Dengan Kecelakaan Kerja
Karyawan akan bekerja lebih baik jika di dalam perusahaan ada jaminan keselamatan kerja dan kesehatan lingkungan yang baik sebab dengan lingkungan kerja yang baik maka keselamatan dan kesehatan kerja akan berjalan baik pula. Perusahaan wajib memperhatikan hal ini untuk memberikan kondisi kerja yang lebih aman, lebih sehat, dan menunjukkan tanggung jawab atas kegiatan tersebut, terutama organisasi yang mempunyai tingkat resiko kecelakaan tinggi.
19 Sep | Skripsi Psikologi

