Search
|
|
Hasil pencarian: 3 ditemukan (tampil 1 - 3) :
1710
Dibaca
Sikap Tarhadap Perilaku Seks Bebas Ditinjau Dari Persepsi Komunikasi Seksualitas Orang Tua Anak Dan Interaksi Teman Sebaya
Individu mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun psikis pada masa remaja. Perubahan fisik antara lain ditandai dengan makin matangnya organ-organ seksual, sedangkan secara psikis antara lain ditandai dengan makin kuatnya keinginan untuk menyalurkan dorongan seksual. Timbulnya dorongan seksual menyebabkan rasa ingin tahu dalam diri remaja mengenai hal-hal yang berhubungan dengan seksual, sehingga menimbulkan sikap yang berbeda-beda terhadap seks. Orang tua diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai masalah seksualitas yang bertanggungjawab dan paling aman bagi remaja, bukan sumber yang lain yang bersifat cabul misalnya teman sebaya.
21 Agu | Skripsi Psikologi
1556
Dibaca
Evolusi Seksualitas (Sebuah Tinjauan Teologis atas Seks dan Kekuasaan dari Foucault)
Berbicara mengenai Seks dan perubahan penalaran yang ditemukan dalam pembahasan seksualitas baik itu dari sudut pandang Filsafat, Psikologi, Biologi maupun teologis, sangat luas. Mungkin seperti yang dikutip oleh penulis Teologi Seksualitas, Geoffrey Parrinder, terhadap Edwin Smith yang pernah mengatakan:
Menulis tentang Ba-ila dan mengabaikan seluruh referensi pada seks akan seperti menulis tetang angkasa dan menghilangkan matahari; karena seks menrupakan elemen paling meresap dalam kehidupan mereka. Ia adalah atmosfer tempat anak-anak dibawa kedalamnya. Usia-usia awal mereka sebagian besar merupakan persiapan fungsi seksual. Selama usia-usia dewasa seks merupakan pencarian mereka yang paling bergairah, dan usia tua dihabiskan dalam usaha-usaha yang sia-sia dan mengecawakan untuk melanjutkan… Bagi mereka, hubungan kelamin sama halnya seperti makan dan minum, harus dituruti setiap kemungkinannya .
Manakala seseorang berbicara mengenai seksualitas, orang tersebut diperhadapkan dengan berbagai pandangan, bukan hanya dari sudut pandang keagaman tertentu tetapi juga dari sudut pandang budaya dan praktek sosial, ekonomi, kesehatan juga psikologi. Kalau pada waktu yang lalu mungkin homo seksual dan praktek poligami ditolak oleh masyarakat, saat ini hal-hal seperti itu dianggap lumrah dengan adanya penjelasan ilmiah mengenai gen-gen khusus yang dimiliki oleh kaum yang disebut sebagai kaum homo seksual ini, dan penemuan para ahli, dengan fakta yang menguatkan bahwa di Asia seperti Cina dan Jepang dan Afrika sudah lebih dulu membudidayakan praktek poligini.
Menulis tentang Ba-ila dan mengabaikan seluruh referensi pada seks akan seperti menulis tetang angkasa dan menghilangkan matahari; karena seks menrupakan elemen paling meresap dalam kehidupan mereka. Ia adalah atmosfer tempat anak-anak dibawa kedalamnya. Usia-usia awal mereka sebagian besar merupakan persiapan fungsi seksual. Selama usia-usia dewasa seks merupakan pencarian mereka yang paling bergairah, dan usia tua dihabiskan dalam usaha-usaha yang sia-sia dan mengecawakan untuk melanjutkan… Bagi mereka, hubungan kelamin sama halnya seperti makan dan minum, harus dituruti setiap kemungkinannya .
Manakala seseorang berbicara mengenai seksualitas, orang tersebut diperhadapkan dengan berbagai pandangan, bukan hanya dari sudut pandang keagaman tertentu tetapi juga dari sudut pandang budaya dan praktek sosial, ekonomi, kesehatan juga psikologi. Kalau pada waktu yang lalu mungkin homo seksual dan praktek poligami ditolak oleh masyarakat, saat ini hal-hal seperti itu dianggap lumrah dengan adanya penjelasan ilmiah mengenai gen-gen khusus yang dimiliki oleh kaum yang disebut sebagai kaum homo seksual ini, dan penemuan para ahli, dengan fakta yang menguatkan bahwa di Asia seperti Cina dan Jepang dan Afrika sudah lebih dulu membudidayakan praktek poligini.
1 Jul | Skripsi Theologi
2075
Dibaca
Hubungan Antara Frekuensi Interaksi Dengan Media Pornografi Dan Sikap Terhadap Perilaku Seks Bebas Pada Remaja
Media massa dan segala hal yang bersifat pornografis akan menguasai pikiran remaja yang kurang kuat dalam menahan pikiran emosinya, karena mereka belum boleh melakukan hubungan seks yang sebenarnya yang disebabkan adanya norma-norma, adat, hukum dan juga agama. Semakin sering seseorang tersebut berinteraksi atau berhubungan dengan pornografi maka akan semakin beranggapan positif terhadap hubungan seks secara bebas demikian pula sebaliknya, jika seseorang tersebut jarang berinteraksi dengan pornografi maka akan semakin beranggapan negatif terhadap hubungan seks secara bebas. Apabila anak remaja sering dihadapkan pada hal-hal yang pornografi baik berupa gambar, tulisan, atau melihat aurat, kemungkinan besar dorongan untuk berhubungan secara bebas sangat tinggi, bisa lari ketempat pelacuran atau melakukan dengan teman sendiri.
3 Agu | Skripsi Psikologi

