Search

Hasil pencarian: 52 ditemukan (tampil 1 - 20) :
160
Dibaca

Perbedaan Kemampuan Problem Solving Antara Anak Yang Mengikuti Dan Tidak Mengikuti Pendidikan Mental Aritmatika Sempoa

Usia dini haruslah dipersiapkan secara matang karena perkembangan usia dini sangat mempengaruhi perkembangan individu selanjutnya. Orang tua melakukan segala cara dan upaya ditempuh untuk membantu anak dalam membekali diri agar menjadi anak yang akan berhasil hanya anak yang cerdas, kreatif dan stabil yang bisa survive dalam kerasnya persaingan ini. Pendidikan menjadi faktor terpenting dalam menciptakan anak yang cerdas, kreatif dan stabil. Pendidikan mental artimatika sempoa diasumsikan dapat menyeimbangkan fungsi belahan otak kanan serta otak kiri secara optimal sehingga anak akan mampu berhitung lebih cepat, membuat daya ingat lebih baik, meningkatkan kreativitas, konsentrasi dan meningkatkan kepercayaan diri.
138
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Performance Appraisal Dan Pengembangan Karir Dengan Motivasi Kerja Karyawan

Karyawan yang memiliki motivasi kerja yang rendah menunjukkan gejala-gejala antara lain: kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki atas hasil kerja dan penampilannya, sikap tubuh dan posisi tubuh yang menurun dan terlihat malas-malasan, sulit untuk berkonsentrasi, tidak betah di kantor dan banyak mengeluh. Motivasi kerja merupakan suatu konsep yang menguraikan tentang kekuatan yang ada dalam diri karyawan yang memulai dan mengarahkan perilaku. Berhasil tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat tergantung pada seperangkat kerja yang baik, dimana salah satunya yang paling penting adalah motivasi kerja karyawan yang tinggi. Banyak faktor yang menentukan tinggi rendahnya motivasi kerja karyawan, di antaranya adalah performance appraisal dan pengembangan karir. Motivasi kerja akan maksimal apabila didukung adanya performance appraisal yang dilakukan oleh perusahaan dan adanya program pengembangan karir.
413
Dibaca

Pengaruh Upah Insentif Dan Jaminan Sosial Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Di Dinas Kebudayaan Dan Permuseuman DKI Jakarta

Latar belakang dalam skripsi ini adalah pemberian motivasi kerja yang berupa upah insentif dan jaminan sosial untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah insentif dan jaminan sosial berpengaruh dan mempunyai hubungan yang significant terhadap produktivitas kerja karyawan di Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Adapun manfaat penelitian bagi Instansi yang menjadi objek penelitian, diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pimpinan Dinas Kebudayaan dan permuseuman DKI Jakarta dalam Menentukan kebijaksanaan khususnya masalah pemberian upah insentif dan jaminan sosial guna meningkatkan produktivitas kerja karyawan dimasa yang akan datang.
2355
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik Dan Budaya Organisasi Dengan Kinerja Karyawan

Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi mempunyai tujuan yang berupa kinerja. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya adalah kepemimpinan dan budaya organisasi. Suatu organisasi tanpa adanya pemimpin maka organisasi itu tidak dapat bertahan lama. Kepemimpinan Kharismatik dapat menghasilkan kinerja yang tinggi dikalangan pengikutnya hal ini dikarenakan bahwa orang-orang yang bekerja untuk pemimpin kharismatik termotivasi untuk mengeluarkan upaya kerja ekstra dan karena mereka menyukai pemimpin mereka.
1735
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional Dengan Motivasi Mengembangkan Karir

Motivasi mengembangkan karir merupakan salah satu perwujudan dari sikap berprestasi pada setiap karyawan yang sadar untuk maju. Apabila individu atau karyawan memliki motivasi terhadap karir maka tuntutan kerja dan pekerjaan yang begitu banyak harus dikerjakan sesuai target. Namun untuk mencapai tingkat karir tertentu bukanlah suatu hal yang sederhana.
2779
Dibaca

Hubungan Antara Perilaku Asertif Dengan Penyesuaian Sosial Pada Remaja

Perkembangan remaja yang tersulit adalah berhubungan dengan penyesuaian sosialnya. Penyesuaian sosial erat kaitannya dengan kebutuhan yang sering muncul dalam diri remaja yaitu kebutuhan untuk berhubungan dengan teman dan ingkungannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan penyesuaian sosial remaja yaitu perilaku asertif. Remaja dengan perilaku asertif akan berani mengemukakan, menghargai serta menerima pikiran, perasaan dan pendapat orang lain secara terus terang.
779
Dibaca

Motivasi Kerja Karyawan Taman Safari Indonesia Bogor

Motivasi kerja merupakan hal yang sangat penting guna mencapai tujuan dalam suatu pekerjaan. Dengan motivasi kerja tinggi kemungkinan tercapainya suatu tujuan pekerjaan sangat besar. Banyak hal yang menjadi motivator diantaranya uang, jabatan, dan keinginan tercapainya tujuan dari suatu bidang pekerjaan. Di Taman Safari Indonesia terdapat keepers yang memiliki motivasi kerja tinggi. Dengan melihat pekerjaan keepers yang sulit dalam usaha pelestarian satwa, penulis tertarik untuk meneliti apakah yang menjadi motivator keepers dalam bekerja, serta alasan keepers tetap bertahan di Taman Safari Indonesia.
1172
Dibaca

Hubungan Antara Motivasi Kerja Dengan Prestasi Kerja Pada Distributor MLM CNI

Menuju era globalisasi sekarang ini, selain SDM yang berkualitas dan terampil yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar dalam menghadapi persaingan antar bidang industri, prestasi kerja yang tinggi juga sangat diharapkan dalam hal ini, karena dengan tujuan untuk menjaga kualitas dan mutu dari suatu produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan tersebut. Usaha untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan oleh suatu perusahaan, yang tidak kalah penting adalah perusahaan atau organisasi tersebut harus memiliki anggota atau individu-individu yang bermotivasi tinggi.
561
Dibaca

Analisa Sifat Fisis Dan Mekanis Pada Synchronizer Produk NP, YG Dan Toyota

Penelitian yang penulis lakukan bertujuan untuk mengetahui perbandingan kwalitas synchronizer antara merk Toyota, NP dan YG. Adapun penelitian tersebut meliputi uji kekerasan, uji struktur mikro dan uji komposisi kimia. Pada uji kekerasan dengan menggunakan metode vickers harga kekerasan rata-rata dari synchronizer merk Toyota 196,48 kg/mm2, disusul oleh synchronizer merk NP dengan harga kekerasan rata-rata sebesar 184,828 kg/mm2 dan terakhir synchronizer YG 173,648 kg/mm2.
28 Agu | Skripsi Mesin
2012
Dibaca

Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Interaksi Sosial Pada Remaja

Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa, dimana pada masa ini remaja sudah mulai belajar untuk bermasyarakat, remaja tidak akan lepas tanpa kehadiran individu lain. Interaksi sosial adalah hubungan dua individu atau lebih dan bereaksi terhadap pengaruh yang dirasakannya serta terjadi saling ketergantungan antar individu untuk mencapai hasil-hasil yang positif untuk dapat diterima disebuah lingkungan baru.
782
Dibaca

Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dengan Intensi Turn Over

Suatu perusahaan yang memperkerjakan tenaga manusia penting sekali memperhatikan masalah kepuasan kerja, karena karyawan yang merasa puas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya, sehingga kemungkinan tingkat absensi dan intensi turn over-nya akan rendah. Namun dalam kenyataannya, perusahaan kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan seperti upah kerja yang rendah, kondisi lingkungan kerja yang buruk, jam kerja yang melewati batas serta tidak adanya jaminan sosial. Hal ini merupakan penyebab utama timbulnya turn over, salah satu cara untuk mengantisipasinya perlu ditanamkan komitmen organisasi karyawan pada perusahaan, sebab karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi akan memiliki loyalitas yang besar pada perusahaan dan intensi turn over yang rendah.
1423
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pola Asuh Orangtua Dengan Kemandirian Belajar Pada Siswa SMP Muhammadiyah Salatiga

Perilaku mandiri merupakan aspek penting bagi individu dalam proses belajar mengajar serta berdampak positif pada kualitas belajar individu karena menyangkut inisiatif individu. Kemampuan individu untuk dapat mandiri tidak terbentuk dengan sendirinya. Keluarga berperan penting dalam menumbuhkan kemandirian anak. Keluarga, khususnya pola asuh yang diterapkan orangtua mempunyai pengaruh yang paling berarti bagi proses pendidikan individu. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua dengan kemandirian belajar. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan antara persepsi terhadap pola asuh orangtua dengan kemandirian belajar dan ada perbedaan kemandirian belajar ditinjau dari tipe pola asuh orangtua.
601
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Konflik Orangtua Dengan Kecenderungan Narsistik Pada Peragawati

Bagi seorang peragawati penampilan prima dan daya tarik fisik sangatlah penting karena dapat mempengaruhi popularitas dan karirnya, sehingga wajar bila seorang model memiliki perhatian terhadap diri atau kecenderungan narsistik yang berkaitan dengan penampilan. Apabila seorang model memiliki persepsi berbeda terhadap konflik orangtuanya, bisa positif dan negatif. Bila mempersepsi konflik orangtua secara positif akan meningkatkan rasa optimis, namun jika berlebihan justru akan memunculkan perasaan over confidence, egois, superior, dan otoriter. Lalu individu akan merasa bahwa dirinya paling menarik dan cenderung tidak memikirkan orang lain. Sehingga bisa dikatakan bahwa model tersebut memiliki narsisme yang tinggi. Sebaliknya jika mempersepsi terhadap konflik orangtua secara negatif akan muncul perasaan inferior dan rendah diri. Lalu individu tersebut akan selalu merasa kurang menarik dan menjadi canggung dalam bergaul. Hal ini bisa dikatakan model tersebut memiliki kecenderungan narsisme rendah.
1241
Dibaca

Kedisiplinan Belajar Ditinjau Dari Status Pekerjaan Orang Tua

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memerlukan kedisiplinan untuk mengerjakan suatu kegiatan proses belajar. Disiplin mendorong individu untuk berbuat atau menjalankan suatu peraturan yang ada pada lingkungannya. Pada dasarnya kedisiplinan merupakan suatu sikap, tingkah laku yang sesuai dengan peraturan suatu organisasi, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Dalam penelitian ini, kedisiplinan dipengaruhi oleh faktor psikologis, faktor perseorangan, faktor sosial, dan faktor lingkungan. Selain itu kedisiplinan belajar dipengaruhi oleh disiplin belajar, penghindaran dari kegagalan, dan pengharapan keberhasilan.
878
Dibaca

Hubungan Antara Kemandirian Dengan Kecenderungan Depresi

Remaja sebagai calon generasi penerus bangsa diharapkan untuk ikut serta mengisi pembangunan. Remaja yang dapat ikut serta mengisi pembangunanadalah remaja yang menguasai lingkungan, bukan remaja yang terbawa arus lingkungan. Agar remaja dapat ikut aktif mengisi pembangunan maka perlu ditingkatkan kualitas kepribadiannya. Salah satu unsur kepribadian yang penting adalah kemandirian. Remaja yang mandiri akan mampu untuk mengatasi masalah yang dihadapinya.Salahsatupermasalahanyangdihadapiremajaadalah kecenderungan untuk depresi. Keadaan depresi menyebabkan pikiran mereka didominasi oleh konsep kehilangan atau suatu yang bermakna telah hilang, sehingga mempengaruhi pola pikir dan dapat membawa kesedihan.
741
Dibaca

Hubungan Antara Berpikir Kreatif Dengan Prestasi Kerja Pada Penyiar Radio

Prestasi kerja karyawan yang tinggi tentunya sangat diharapkan oleh perusahaan manapun, karena akan mempermudah dan memperlancar perusahaan dalam meraih tujuan yang telah ditentukan, tidak terkecuali pada penyiar radio. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi kerja penyiar radio, diantaranya adalah berpikir kreatif. Modal utama dari seorang penyiar adalah komunikasi dengan penggemarnya dan ini dibutuhkan kreativitas. Berpikir kreatif menjelaskan tentang sarana untuk membantu meningkatkan sumber daya manusia dalam informasi dan komunikasi sosial yang dapat dikembangkan agar seseorang mempunyai kredibilitas yang baik dalam pergaulan maupun dalam masyarakat sosial serta merupakan sarana kompetisi bagi individu.
1106
Dibaca

Hubungan Tingkat Kematangan Sosial Dengan Kohesivitas Kelompok Pada Mahasiswa Aktivis Organisasi

Kohesivitas kelompok merupakan suatu keadaan kelompok yang memiliki solidaritas yang tinggi, bekerjasama dengan baik dan mempunyai komitmen bersama yang kuat untuk mencapai tujuan kelompok sehingga anggota kelompoknya merasa puas. Dalam kelompok yang kohesif anggotanya mempersepsi anggota kelompok yang lain secara positif sehingga konflik dan pertentangan selalu diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Suatu lingkungan kelompok yang kohesif dapat dibentuk individu dengan tercapainya kematangan sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya.
969
Dibaca

Hubungan Antara Konformitas Dan Kreatifitas Siswa Dengan Interaksi Sosial Di Sekolah

Seorang murid semestinya tidak hanya diajarkan tentang suatu pengetahuan atau suatu ilmu. Seorang murid juga harus diajarkan bagaimana mengambil sikap, supaya nantinya bisa mengambil sikap atas suatu fenomena sosial yang ada dalam berinteraksi sosial di sekolah. Kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi baru yang berdasarkan data informasi atau unsur-unsur yang ada. Konformitas adalah penyesuaian terhadap kelompok sosial karena adanya tuntutan dari kelompok tersebut untuk menyesuaikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dan kreativitas siswa dengan interaksi sosial di sekolah.
1248
Dibaca

Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Penyesuaian Sosial Pada Waria

Waria atau wanita-pria adalah individu yang memiliki kelainan identitas diri yaitu laki-laki yang mengidentifikasikan dirinya sebagai wanita. Sosok dengan dua karakter (feminine dan maskuline) sekaligus ini tidak jarang yang mendapatkan penolakan dari keluarga dan masyarakat karena kehidupan waria yang dekat dengan dunia prostitusi dan keanehan perilaku serta penampilan luar waria masih menjadi pusat perhatian dan pergunjingan, keadaan ini yang akhirnya menyeret waria untuk berkoloni dengan sejenisnya. Tingkat pendidikan yang rendah dan peluang kerja yang sempit menghambat waria untuk menjadi sumber daya manusia yang berkwalitas.
1679
Dibaca

Studi Kualitatif Mengenai Kemandirian pada Anak Bungsu

Anak bungsu identik sebagai pribadi yang manja dan tidak mandiri. Mereka mengandalkan orang – orang terdekatnya untuk melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya sehingga mereka mempunyai tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap orang – orang disekitarnya. Orang tua memberikan perhatian berlebihan pada anak bungsu sehingga mereka merasa bahwa dirinya mempunyai tuntutan yang tidak terlalu tinggi dibanding kakak – kakaknya. Hal – hal tersebut mendasari penulis menyampaikan pertanyaan penelitian bagaimana pola perilaku kemandirian anak bungsu dan bagamana karakter ketidakmandirian bisa terbentuk? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku yang dikembangkan anak bungsu dan untuk mengetahui proses ketidakmandirian anak bungsu.