Search

Hasil pencarian: 24 ditemukan (tampil 1 - 24) :

2386
Dibaca

Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Dan Etos Kerja Dengan Produktivitas Kerja

Masalah produktivitas kerja di Indonesia telah lama dibahas dan diperhatikan oleh berbagai pihak yang berkompeten. Hal ini mengingat produktivitas kerja di Indonesia masih belum memadai atau dengan kata lain masih rendah dilihat dari melimpahnya SDM yang kita miliki. Setiap perusahaan menginginkan agar produktivitas kerja karyawannya tinggi, karena dengan produktivitas kerja yang tinggi tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan saja tetapi karyawan akan ikut serta menikmati hasil keuntungan perusahaan tersebut.
1588
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional Dengan Motivasi Mengembangkan Karir

Motivasi mengembangkan karir merupakan salah satu perwujudan dari sikap berprestasi pada setiap karyawan yang sadar untuk maju. Apabila individu atau karyawan memliki motivasi terhadap karir maka tuntutan kerja dan pekerjaan yang begitu banyak harus dikerjakan sesuai target. Namun untuk mencapai tingkat karir tertentu bukanlah suatu hal yang sederhana.
1162
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pelaksanaan Testing Psikologi Dengan Kecemasan Calon Tenaga Kerja Job-Hoping

Seseorang yang akan menghadapi tes, apalagi tes psikologi akan merasa suatu ketidakpastian mengenai apa yang harus dipersiapkan, apa yang akan dihadapinya, dan bagaimana tes itu nanti akan dikenakan padanya (kecuali bila ia sudah berpengalaman dalam hal tes psikologi). Sering dijumpai orang akan merasa sangat gelisah dan cemas karena harus mengikuti tes psikologi.
1015
Dibaca

Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Disiplin Kehadirab Kerja Pada Karyawan Operasional

Pengaruh budaya organisasi mempunyai arti penting bagi individu yang bekerja didalamnya, karena budaya organisasi ini akan mempengaruhi baik secara langsung atau tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi yang kuat akan meningkatkan kinerja individu secara keseluruhan dan berpengaruh positif pada perilaku karyawan, sehingga menimbulkan kinerja yang baik dan merangsang disiplin kerja yang tinggi. Disamping itu pemahaman karyawan terhadap budaya organisasi membawa pengaruh yang besar bagi pencapaian tujuan organisasi dan disiplin kerja karyawan itu sendiri. Karyawan yang memahami budaya organisasi secara mendalam akan merangsang disiplin kerja yang tinggi.
668
Dibaca

Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dengan Intensi Turn Over

Suatu perusahaan yang memperkerjakan tenaga manusia penting sekali memperhatikan masalah kepuasan kerja, karena karyawan yang merasa puas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya, sehingga kemungkinan tingkat absensi dan intensi turn over-nya akan rendah. Namun dalam kenyataannya, perusahaan kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan seperti upah kerja yang rendah, kondisi lingkungan kerja yang buruk, jam kerja yang melewati batas serta tidak adanya jaminan sosial. Hal ini merupakan penyebab utama timbulnya turn over, salah satu cara untuk mengantisipasinya perlu ditanamkan komitmen organisasi karyawan pada perusahaan, sebab karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi akan memiliki loyalitas yang besar pada perusahaan dan intensi turn over yang rendah.
669
Dibaca

Hubungan Antara Berpikir Kreatif Dengan Prestasi Kerja Pada Penyiar Radio

Prestasi kerja karyawan yang tinggi tentunya sangat diharapkan oleh perusahaan manapun, karena akan mempermudah dan memperlancar perusahaan dalam meraih tujuan yang telah ditentukan, tidak terkecuali pada penyiar radio. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi kerja penyiar radio, diantaranya adalah berpikir kreatif. Modal utama dari seorang penyiar adalah komunikasi dengan penggemarnya dan ini dibutuhkan kreativitas. Berpikir kreatif menjelaskan tentang sarana untuk membantu meningkatkan sumber daya manusia dalam informasi dan komunikasi sosial yang dapat dikembangkan agar seseorang mempunyai kredibilitas yang baik dalam pergaulan maupun dalam masyarakat sosial serta merupakan sarana kompetisi bagi individu.
629
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Intensif Dan Lingkungan Kerja Dengan Loyalitas Kerja

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masih terbatasnya tenaga kerja yang profesional, terampil dan terlatih membuat perusahaan berusaha mempertahankan karyawan sebagai salah satu mitra utama yang perlu dipertahankan untuk menunjang efisiensi dan produktivitas perusahaan. Adanya loyalitas yang tinggi akan memberikan pengaruh positif, yaitu menimbulkan kepuasan kerja, semangat kerja, prestasi kerja yang baik dan keinginan untuk tetap bekerja di perusahaan.
853
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Human Relations Dan Gaya Kepemimpinan Dengan Efektivitas Kerja Karyawan

Skripsi ini disusun dengan dilatarbelakangi masalah efektivitas kerja bagi perusahaan yang merupakan isu strategis bagi perusahaan untuk memprogram Sumber Daya Manusia. Perusahaan berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat dalam rangka menghadapi persaingan bebas antara perusahaan milik pemerintah maupun milik swasta. Namun dalam pelaksanaannya pemimpin perusahaan hanya mengutamakan mutu usaha tanpa melakukan pengawasan yang intensif pada karyawan, sehingga produktivitas yang dihasilkan dari karyawan terkadang tidak sesuai dengan keinginan pimpinan.
916
Dibaca

Hubungan Antara Perilaku Asertif Dengan Efektivitas Kerja Pada Guide Penyelenggaraan Umroh Dan Haji

Efektivitas merupakan salah satu komponen yang sangat dibutuhkan dalam manajemen organisasi karena mampu meningkatkan produktivitas kerja. Salah satu faktor kepribadian yang dapat mendorong meningkatkan efektivitas kerja seorang karyawan yang berhubungan dengan pelayanan konsumen yakni perilaku asertif, karena dengan berperilaku asertif, karyawan akan mampu mengungkapkan apa yang dipikirkan dengan cara yang konsisten.
1126
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kondisi Lingkungan Fisisk Kerja Dengan Kebosanan Kerja

Kebosanan kerja muncul ketika individu mendapati bahwa pekerjaannya tidak mempunyai tantangan, dan ketika minatnya untuk melaksanakan pekerjaan hilang. Seperti halnya kelelahan, kebosanan kerja adalah pengalaman yang tidak menyenangkan, sering dicirikan dengan kesulitan menjaga perhatian selama bekerja. Namun dalam kondisi yang penuh tuntutan dan menekan di lingkungan kerja tidak membuat karyawan mengalami kebosanan kerja, tergantung dari cara individu memberikan arti atau persepsi terhadap setiap hal yang menekan di tempat kerja dan bagaimana individu mensikapi setiap tekanan yang terjadi di lingkungan kerja.
1082
Dibaca

Hubungan Antara Semangat Kerja Dan Internal Locus Of Control Dengan Kedisiplinan Kerja

Kedisiplinan kerja dapat dididik dan diciptakan, tetapi tingkat kedisiplinan itu sendiri dipengaruhi oleh diri pribadi individu. Kesadaran dalam diri karyawan merupakan kunci dari keberhasilan penegakan disiplin. Semangat kerja dan pandangan individu yang menganggap ada keterkaitan antara perilakunya dengan akibat-akibat yang diterima (internal locus of control) dapat membentuk kedisiplinan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan semangat kerja dan internal locus of control dengan kedisiplinan kerja. Hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan semangat kerja dan internal locus of control dengan kedisiplinan kerja.
1297
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Komunikasi Dua Arah Dengan Agresivitas

Perbaikan sumber daya manusia (SDM) memerlukan suasana yang kondusif dan seminimal mungkin mengurangi hal-hal yang kontra produktif. Faktor kontra produktif yang sering terjadi di lingkungan adalah tindak agresi yang destruktif (distructive aggression). Agresi adalah sisi yang sangat mengganggu produktivitas sebuah organisasi dan efisiensi kinerja organisasi; lebih jauh akan menghambat produktivitas yang akan mengancam masa depan perusahaan.
1299
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Karyawan

Persepsi terhadap iklim organisasi yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah menilai keefektifan organisasi dalam orientasi tugas dan penghargaan atas prestasi kerja karyawan untuk memberikan perasaan positif terhadap organisasi. Pengetahuan secara jelas tentang nilai-nilai yang terkandung dalam iklim organisasi, maka harapan yang ingin dicapai, yaitu organisasi memberikan kepastian bagi anggotanya, untuk berkembang bersama organisasi dalam tercapainya kepuasan kerja karyawan.
1987
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Dan Komunikasi Interpersonal Atasan-Bawahan Dengan Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja mempunyai arti penting bagi karyawan dalam suatu perusahaan. Salah satu aspek kepuasan kerja yang penting dewasa ini adalah persepsi terhadap gaya kepemimpinan. Persepsi terhadap gaya kepemimpinan yang baik menimbulkan perasaan positif karyawan seperti penghargaan. Kebutuhan yang paling pokok dan paling vital dalam suatu kepemimpinan selain gaya kepemimpinan adalah komunikasi. Pimpinan pada suatu perusahaan harus mendukung terjalinnya komunikasi interpersonal yang kuat di antara atasan dan bawahan agar tujuan perusahaan tercapai.
1050
Dibaca

Hubungan Antara Human Relation Dan Selft Efficacy Dengan Komitmen Karyawan Terhadap Perusahaan

Karyawan yang melaksanakan tugasnya dengan semangat dan penuh kegairahan adalah keadaan yang diharapkan oleh suatu perusahaan, karena dengan demikian perusahaan akan mampu mewujudkan tujuan dengan tercapainya produktivitas yang semakin meningkat. Gairah karyawan dalam bekerja akan dapat terwujud seiring meningkatkannya komitmen karyawan terhadap perusahaan. Disisi lain keadaan tidak menyenangkan yang dirasakan karyawan tidak akan diketahui oleh pihak manejemen perusahaan tanpa terwujudnya human relations yang baik yang didukung dengan self efficacy yang tinggi.
1401
Dibaca

Hubungan Antara Kepuasan Akan Penghargaan Dengan Motivasi Berprestasi Pada Karyawan

Motivasi berprestasi merupakan dorongan yang ada pada diri individu untuk bersaing, bekerja dengan lebih baik demi tercapainya prestasi serta kualitas kerja yang tinggi dari apa yang pernah dilakukan sebelumnya. Motivasi berprestasi dapat meningkat apabila karyawan merasa puas kerjanya dihargai oleh perusahaan sehingga karyawan dapat terpenuhi kebutuhan kepuasan akan penghargaan. Kepuasan akan penghargaan merupakan keadaan emosional yang menyenangkan dalam diri karyawan karena telah melakukan pekerjaan lebih baik dari orang lain, yang mendorong individu untuk menyelesaikan tugas lebih sukses sehingga mencapai prestasi yang lebih tinggi. Aspek kepuasan akan penghargaan antara lain: finansial, promosi jabatan, dan pengakuan serta pujian.
1804
Dibaca

Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah (Survei Pada Bank BRI)

Bisnis perbankan merupakan bisnis jasa yang berdasar pada asas kepercayaan sehingga masalah kualitas layanan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan bisnis ini. Kualitas layanan merupakan salah satu bentuk penelitian konsumen terhadap tingkat layanan yang diterima (perceived services) dengan tingkat layanan yang diharapkan (expected services). Setiap nasabah dalam memilih bank memiliki kriteria sendiri-sendiri, perbedaan kriteria pemilihan bank oleh nasabah ini, maka bank dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan layanan dan melakukan inovasi secara terus menerus.
993
Dibaca

Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Job Insecurity Pada Guru Negeri Dan Guru Swasta

Kepuasan kerja secara langsung maupun tidak langsung merupakan penghambat aktivitas kerja yang bekerja dalam organisasi. Persoalan-persoalan yang terjadi dalam lingkungan kerja seperti konflik dengan teman, perselisihan, kepuasan kerja maupun ketidakmampuan karyawan dalam menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya berpeluang besar terhadap munculnya job insecurity. Kepuasan kerja dan job insecurity antara guru swasta dan guru negeri juga terdapat perbedaan dikarenakan berbagai faktor seperti keadilan dan kesejahteraan, karier dan masa depan, manajemen dan pengembangan profesi dan kualitas kinerja.
1322
Dibaca

Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Produktivitas Kerja Karyawan PT Bumi Mina Jaya Trenggalek

Masalah produktivitas kerja merupakan suatu pembicaraan yang sangat kompleks dan bersifat multidimensional. Karyawan merupakan aset uang sangat berharga dalam pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu perhatian terhadap karyawan sebagai tenaga kerja perlu dikembangkan untuk mendorong tercapainya produktivitas yang tinggi, sebab berhubungan dengan kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja dapat terpenuhi sangat memungkinkan terjadinya peningkatan produktivitas perusahaan. Sebaliknya, kepuasan kerja karyawan tidak terpenuhi dapat mempengaruhi terjadinya penurunan produktivitas.
927
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Lingkungan Psikososial Kerja Dan Kepuasan Kerja Dengan Komitmen Karyawan Pada Perusahaan

Komitmen karyawan untuk tetap bekerja pada organisasi merupakan wujud perasaan setia atau loyal pada perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen karyawan berorganisasi, diantaranya adalah persepsi karyawan terhadap lingkungan psikososial dan kepuasan kerja. Adanya persepsi karyawan yang baik atau positif terhadap lingkungan psikososial kerja maka akan mendorong karyawan untuk bekerja dengan nyaman dan senang hati sehingga karyawan merasa puas terhadap hasil kerjanya, yang pada akhirnya akan berimplikasi pada peningkatan komitmen karyawan pada perusahaan.
675
Dibaca

Pengaruh Faktor Personalitas Terhadap Keahlian End-User Computing Pada Dosen Fakultas Ekonomi

Akhir-akhir ini ada kecenderungan meningkatnya minat pemakai komputer untuk mengembangkan aplikasi komputer mereka sendiri. Hal ini disebabkan antara lain oleh pengetahuan tentang komputer yang meningkat dan antrian akan kebutuhan jasa informasi yang terus meningkat. Disamping karena perangkat keras komputer telah menjadi relatif murah dan perangkat lunak siap pakai mudah didapat.
1189
Dibaca

Hubungan Antara Sikap Terhadap Penerapan Program Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Dengan Kecelakaan Kerja

Karyawan akan bekerja lebih baik jika di dalam perusahaan ada jaminan keselamatan kerja dan kesehatan lingkungan yang baik sebab dengan lingkungan kerja yang baik maka keselamatan dan kesehatan kerja akan berjalan baik pula. Perusahaan wajib memperhatikan hal ini untuk memberikan kondisi kerja yang lebih aman, lebih sehat, dan menunjukkan tanggung jawab atas kegiatan tersebut, terutama organisasi yang mempunyai tingkat resiko kecelakaan tinggi.
1448
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Pengawasan Kerja Dengan Kedisiplinan Kerja dan Motivasi Kerja Pegawai Bank Indonesia

Peningkatan bidang ekonomi dan industri yang semakin pesat di Indonesia, telah membawa dampak terhadap berbagai sektor kehidupan, diantaranya adalah banyak perusahaan yang tumbuh dan berkembang. Timbulnya motivasi kerja dapat mendorong semangat kerja, kuat lemahnya motivasi seseorang ikut menentukan besar kecilnya prestasi karyawan. Bagian dari suksesnya kedisiplinan kerja adalah penerapan pengawasan kerja yang baik dan terorganisir dari perusahaan maupun organisasi dalam usahanya meraih tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Kenyataan yang ada dalam lapangan mengatakan bahwa orang yang memiliki persepsi pengawasan yang tinggi ternyata kedisiplinannya rendah namun memiliki motivasi tinggi. Apakah ada hubungan antara persepsi pengawasan kerja dengan kedisiplinan kerja dan motivasi kerja?
1284
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Manajemen Lini Terhadap Turnover Di Manajemen Puncak Dengan Komitmen Organisasi

Komitmen organisasi adalah suatu kelekatan afeksi terhadap organisasi, seperti identifikasi yang kuat, memilih keterlibatan tinggi, dan rasa senang menjadi bagian dari organisasi. Komitmen tinggi karyawan pada perusahaan merupakan salah satu hal yang diinginkan perusahaan dan menjadi tonggak utama dalam menghadapi kompetisi industri. Dan ditengah kesibukan perusahaan untuk meningkatkan komitmen karyawannya, terdapat fenomena dimana manajemen puncak, sebagai jajaran eksekutif tertinggi dalam perusahaan, mengalami turnover baik secara sukarela (atas inisiatif sendiri) maupun tidak sukarela (diberhentikan oleh perusahaan) dengan beragam alasan yang melatar belakangi.