Search

Hasil pencarian: 36 ditemukan (tampil 1 - 20) :
172
Dibaca

Pengaruh Pemanasan Terhadap Kadar Vitamin B1 (Tiamin) Pada Kacang Tanah (Arachis Hypegaea L) Dengan Metode SpektroFlourometri

Vitamin merupakan nutrien organik yang dibutuhkan untuk memenuhi beberapa fungsi biokimia dan tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari makanan. Sumber vitamin B1 (tiamin) didapatkan dari kacang-kacangan, salah satunya kacang tanah. Tiamin stabilitasnya dipengaruhi oleh pemanasan, sehingga pemasakan terlalu lama akan berpengaruh terhadap degradasi vitamin yang terkandung di dalamnya. Metode analisis yang digunakan adalah spektrofluorometri. Sampel diekstraksi kemudian dimurnikan dengan menggunakan kromatografi kolom.
227
Dibaca

Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Dan Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasianal Dengan Disiplin Kerja Pada Karyawan

Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, persaingan di berbagai bidang pun juga semakin ketat termasuk didalamnya adalah bidang industri. Untuk mengimbangi hal tersebut, maka dalam suatu organisasi perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai penentu keberhasilan suatu perusahaan. Karena secanggih apapun sarana kerja tanpa adanya fungsi tenaga kerja manusia maka keberadaan suatu perusahaan tersebut tidak akan berarti. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa didukung oleh adanya kualitas yang baik dari karyawan dalam melaksanakan tugas maka tujuan perusahaan itu tidak akan tercapai dengan maksimal.
189
Dibaca

Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dan Dukungan Sosial Dengan Gejala Depresi Pada Penyandang Cacat Fisik

Kelainan pada kondisi fisik yang kurang sempurna serta bersifat tetap yang disandang oleh penderita cacat dapat menimbulkan masalah yang kompleks. Ditinjau dari segi psikologis, perubahan dan keterbatasan penderita dalam bergerak, berkomunikasi, berpikir sangat mengganggu bagi penyandang cacat yang dirasakan sebagai kekecewaan atau krisis. Penderita merasa kehilangan tujuan hidupnya, merasa jauh dengan teman-temannya, dan kehilangan kesehatan fisik secara menyeluruh. Hal ini dapat menimbulkan ketegangan, kecemasan, serta frustasi dalam menghadapi hari esok bahkan sampai mengalami depresi. Penyandang cacat yang mempunyai kepercayaan diri yang kuat dan memperoleh dukungan penuh dari lingkungan sosialnya akan lebih mampu menerima keadaan fisiknya sehingga akan terhindar dari depresi.
414
Dibaca

Pengaruh Upah Insentif Dan Jaminan Sosial Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Di Dinas Kebudayaan Dan Permuseuman DKI Jakarta

Latar belakang dalam skripsi ini adalah pemberian motivasi kerja yang berupa upah insentif dan jaminan sosial untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah insentif dan jaminan sosial berpengaruh dan mempunyai hubungan yang significant terhadap produktivitas kerja karyawan di Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Adapun manfaat penelitian bagi Instansi yang menjadi objek penelitian, diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pimpinan Dinas Kebudayaan dan permuseuman DKI Jakarta dalam Menentukan kebijaksanaan khususnya masalah pemberian upah insentif dan jaminan sosial guna meningkatkan produktivitas kerja karyawan dimasa yang akan datang.
2647
Dibaca

Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Dan Etos Kerja Dengan Produktivitas Kerja

Masalah produktivitas kerja di Indonesia telah lama dibahas dan diperhatikan oleh berbagai pihak yang berkompeten. Hal ini mengingat produktivitas kerja di Indonesia masih belum memadai atau dengan kata lain masih rendah dilihat dari melimpahnya SDM yang kita miliki. Setiap perusahaan menginginkan agar produktivitas kerja karyawannya tinggi, karena dengan produktivitas kerja yang tinggi tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan saja tetapi karyawan akan ikut serta menikmati hasil keuntungan perusahaan tersebut.
1169
Dibaca

Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Disiplin Kehadirab Kerja Pada Karyawan Operasional

Pengaruh budaya organisasi mempunyai arti penting bagi individu yang bekerja didalamnya, karena budaya organisasi ini akan mempengaruhi baik secara langsung atau tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi yang kuat akan meningkatkan kinerja individu secara keseluruhan dan berpengaruh positif pada perilaku karyawan, sehingga menimbulkan kinerja yang baik dan merangsang disiplin kerja yang tinggi. Disamping itu pemahaman karyawan terhadap budaya organisasi membawa pengaruh yang besar bagi pencapaian tujuan organisasi dan disiplin kerja karyawan itu sendiri. Karyawan yang memahami budaya organisasi secara mendalam akan merangsang disiplin kerja yang tinggi.
661
Dibaca

Hubungan Antara Kecerdasan Ruhaniah Dengan Etos Kerja Islami

Penyebab utama tidak unggul atau rendahnya etos kerja sejumlah besar orang Islam adalah pemahaman secara parsial terhadap ajaran agama Islam, pemahaman tersebut timbul dari interpretasi atau pemahaman keliru terhadap ajaran agama karena keberpihakan yang tidak proporsional kepada salah satu sisi dengan mengabaikan sisi lain, terutama antara ibadah ritual dengan kerja. Untuk itu diperlukan pemahaman terhadap ajaran agama Islam yang holistis dan proporsional untuk dapat meluruskan pandangan yang keliru terhadap pentingnya aktivitas kerja supaya dapat meningkatkan etos kerja umat Islam. Pemahaman Islam yang holistis dan proporsional dapat ditemukan pada tipe orang yang memiliki kecerdasan ruhaniah yang tinggi.
2012
Dibaca

Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Interaksi Sosial Pada Remaja

Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa, dimana pada masa ini remaja sudah mulai belajar untuk bermasyarakat, remaja tidak akan lepas tanpa kehadiran individu lain. Interaksi sosial adalah hubungan dua individu atau lebih dan bereaksi terhadap pengaruh yang dirasakannya serta terjadi saling ketergantungan antar individu untuk mencapai hasil-hasil yang positif untuk dapat diterima disebuah lingkungan baru.
728
Dibaca

Pengaruh Outbound Management Training Terhadap Peningkatan Motivasi Kerjasama

Kerjasama adalah kepedulian satu orang atau satu pihak dengan orang atau pihak lain yang tercermin dalam suatu kegiatan yang menguntungkan semua pihak dengan prinsip saling percaya, menghargai dan adanya norma yang mengatur, makna kerjasama dalam hal ini adalah kerjasama dalam konteks organisasi, yaitu kerja antar anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi (seluruh anggota). Mencermati pentingnya kerjasama dalam mencapai tujuan bersama sebuah tim, maka bukanlah hal yang berlebihan manakala pelatihan kerjasama atau pelatihan alam terbuka (outbound management training) menjadi pilihan untuk meningkatkan motivasi kerjasama.PENGARUH OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI KERJASAMA
951
Dibaca

Hubungan Antara Dukungan Sosial Aktualisasi Diri Pada Remaja Penyandang Cacat Tubuh

Cacat tubuh yang disandang oleh remaja bisa menimbulkan masalah baik secara fisik maupun psikologis. Masalah secara fisik berupa gangguan kemampuan fisik untuk melakukan aktifitas hidup harian. Sedangkan secara psikologis dapat menimbulkan perasaan rendah diri, mudah tersinggung, serta pesimistis. Selain masalah tersebut remaja penyandang cacat tubuh juga mendapatkan masalah dari keluarga maupun masyarakat. Masalah dari keluarga bisa berupa tindakan isolasi terhadap anaknya yang menyandang cacat untuk menyembunyikan rasa malu karena punya anak cacat. Sedangkan masyarakat masih sering menganggap remeh penyandang cacat tubuh dan belum luasnya kesetiakawanan sosial dan partisipasi masyarakat di dalam menangani permasalahan penyandang cacat tubuh.
1281
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Demokratis Dengan Kepuasan Kerja Karyawan

Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor dalam pekerjaan yang cukup penting karena dapat mempengaruhi jalannya perusahaan secara keseluruhan. Putusnya komunikasi antara pimpinan dan karyawan sangat berpengaruh terhadap jalannya roda organisasi. Hal ini harus menjadi perhatian seorang pimpinan dalam penerapan kebijaksanaan. Persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan pimpinan akan berpengaruh terhadap semangat kerja. Pekerja akan merasa memiliki kepuasan kerja apabila ia merasa dihargai sebagai manusia bukan sebagai mesin yang dapat menghasilkan barang.
834
Dibaca

Hubungan Antara Perilaku Asertif Dengan Profesionalisme Kerja Penyiar Radio

Dunia usaha menyadari betapa pentingnya menempatkan tenaga kerja yang profesional. Hal ini bukan saja karena tuntutan zaman, tetapi juga karena persaingan yang ketat dalam dunia usaha itu sendiri. Pemilihan tenaga kerja yang profesional tentunya akan membawa dampak yang positif bagi perusahaan, tujuan serta visi dan misi perusahaan akan lebih mudah tercapai. Radio sebagai salah satu bentuk usaha atau perusahaan, mengalami hal sama, yaitu menghadapi suatu bentuk kompetisi. Banyaknya usaha-usaha yang sejenis atau banyaknya bermunculan radio sebagai penyebab kompetisi tersebut.
1107
Dibaca

Hubungan Tingkat Kematangan Sosial Dengan Kohesivitas Kelompok Pada Mahasiswa Aktivis Organisasi

Kohesivitas kelompok merupakan suatu keadaan kelompok yang memiliki solidaritas yang tinggi, bekerjasama dengan baik dan mempunyai komitmen bersama yang kuat untuk mencapai tujuan kelompok sehingga anggota kelompoknya merasa puas. Dalam kelompok yang kohesif anggotanya mempersepsi anggota kelompok yang lain secara positif sehingga konflik dan pertentangan selalu diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Suatu lingkungan kelompok yang kohesif dapat dibentuk individu dengan tercapainya kematangan sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya.
572
Dibaca

Faktor-Faktor Pendukung Kesuksesan Wiraswastawan

Berwiraswasta adalah solusi untuk mencukupi kebutuhan hidup setelah kesempatan kerja kian hari kian sempit. Berwiraswasta adalah suatu tantangan karena berwiraswasta membutuhkan keberanian, keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk merealisasikan mimpi yang dimiliki, keberanian untuk menghadapi satu demi satu dari sekian banyak rintangan yang menghadang, keberanian untuk mempertahankan apa yang dimiliki, keberanian untuk gagal dan belajar dari tiap-tiap kegagalan yang dihasilkan. Kesuksesan dapat diraih oleh siapapun, bagaimanapun sejarah dan kondisinya, karena setiap orang memiliki cita-cita, impian atau sekurang-kurangnya harapan untuk meningkatkan kualitas hidupnya, intuisi yang mendorong manusia normal untuk bekerja dan berusaha. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung kesuksesan wiraswastawan.
628
Dibaca

Hubungan Antara Burnout Dengan Motivasi Kerja Pada Masinis Kereta Api

Motivasi kerja sangat diperlukan bagi setiap pekerja karena motivasi kerja merupakan proses untuk mencapai prestasi kerja yang baik. Salah satu penghambat motivasi kerja adalah burnout. Burnout adalah stres kerja yang dialami seseorang sebagai akibat adanya kelelahan fisik, kelelahan emosional, kelelahan mental, rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri, dan depersonalisasi. Burnout yang tinggi akan mengakibatkan rendahnya motivasi kerja, begitu pula sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout dengan motivasi kerja pada masinis kereta api.
727
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Intensif Dan Lingkungan Kerja Dengan Loyalitas Kerja

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masih terbatasnya tenaga kerja yang profesional, terampil dan terlatih membuat perusahaan berusaha mempertahankan karyawan sebagai salah satu mitra utama yang perlu dipertahankan untuk menunjang efisiensi dan produktivitas perusahaan. Adanya loyalitas yang tinggi akan memberikan pengaruh positif, yaitu menimbulkan kepuasan kerja, semangat kerja, prestasi kerja yang baik dan keinginan untuk tetap bekerja di perusahaan.
960
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Human Relations Dan Gaya Kepemimpinan Dengan Efektivitas Kerja Karyawan

Skripsi ini disusun dengan dilatarbelakangi masalah efektivitas kerja bagi perusahaan yang merupakan isu strategis bagi perusahaan untuk memprogram Sumber Daya Manusia. Perusahaan berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat dalam rangka menghadapi persaingan bebas antara perusahaan milik pemerintah maupun milik swasta. Namun dalam pelaksanaannya pemimpin perusahaan hanya mengutamakan mutu usaha tanpa melakukan pengawasan yang intensif pada karyawan, sehingga produktivitas yang dihasilkan dari karyawan terkadang tidak sesuai dengan keinginan pimpinan.
615
Dibaca

Hubungan Antara Sikap Kooperatif Karyawan Dalam Gugus Kendali Mutu Dan Efektifitas Komunikasi Organisasi Pada PT. Rekacipta Teknindo XXX

Keberhasilan komunikasi dalam organisasi merupakan hal yang sangat penting bagi pencapaian sasaran dan tujuan organisasi. Keberhasilan komunikasi dalam organisasi tercermin dalam efektifitas dan efisiensinya sebagai alat perekat kelompok. Sedangkan indikator efektifitas komunikasi organisasi adalah timbulnya pengertian bersama, keputusan, dan persetujua n. Peningkatan komunikasi yang efektif akan semakin memudahkan pertukaran informasi yang relevan dalam pekerjaan dan pada gilirannya akan memperbaiki pelaksanaan kerja organisasi. Berkaitan dengan efektifitas komunikasi organisasi, maka penggunaan kelompok-kelompok kerja menjadi suatu strategi yang tepat dalam mengikutsertakan partisipasi karyawan.
1557
Dibaca

Evolusi Seksualitas (Sebuah Tinjauan Teologis atas Seks dan Kekuasaan dari Foucault)

Berbicara mengenai Seks dan perubahan penalaran yang ditemukan dalam pembahasan seksualitas baik itu dari sudut pandang Filsafat, Psikologi, Biologi maupun teologis, sangat luas. Mungkin seperti yang dikutip oleh penulis Teologi Seksualitas, Geoffrey Parrinder, terhadap Edwin Smith yang pernah mengatakan:
Menulis tentang Ba-ila dan mengabaikan seluruh referensi pada seks akan seperti menulis tetang angkasa dan menghilangkan matahari; karena seks menrupakan elemen paling meresap dalam kehidupan mereka. Ia adalah atmosfer tempat anak-anak dibawa kedalamnya. Usia-usia awal mereka sebagian besar merupakan persiapan fungsi seksual. Selama usia-usia dewasa seks merupakan pencarian mereka yang paling bergairah, dan usia tua dihabiskan dalam usaha-usaha yang sia-sia dan mengecawakan untuk melanjutkan… Bagi mereka, hubungan kelamin sama halnya seperti makan dan minum, harus dituruti setiap kemungkinannya .
Manakala seseorang berbicara mengenai seksualitas, orang tersebut diperhadapkan dengan berbagai pandangan, bukan hanya dari sudut pandang keagaman tertentu tetapi juga dari sudut pandang budaya dan praktek sosial, ekonomi, kesehatan juga psikologi. Kalau pada waktu yang lalu mungkin homo seksual dan praktek poligami ditolak oleh masyarakat, saat ini hal-hal seperti itu dianggap lumrah dengan adanya penjelasan ilmiah mengenai gen-gen khusus yang dimiliki oleh kaum yang disebut sebagai kaum homo seksual ini, dan penemuan para ahli, dengan fakta yang menguatkan bahwa di Asia seperti Cina dan Jepang dan Afrika sudah lebih dulu membudidayakan praktek poligini.
1317
Dibaca

Kebermaknaan Hidup Pada Pekerja Seks Komersial Yang Mengikuti Rehabilitasi di Panti Rehabilitasi Sosial

Masalah prostitusi merupakan masalah nasional dan atau sosial. Sebagian besar masyarakat sering membicarakan, mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan masalah yang berskala nasional ini memiliki dimensi yang sangat kompleks sebab berkaitan erat dengan masalah penyimpangan tatanan nilai dan norma agama, budaya masyarakat serta terkait erat dengan masalah ekonomi, ketertiban, keamanan, kesehatan dan sebagainya. Latar belakang orang terlibat dalam dunia pelacuran bermacam-macam.