Search

Hasil pencarian: 40 ditemukan (tampil 1 - 20) :
227
Dibaca

Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Dan Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasianal Dengan Disiplin Kerja Pada Karyawan

Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, persaingan di berbagai bidang pun juga semakin ketat termasuk didalamnya adalah bidang industri. Untuk mengimbangi hal tersebut, maka dalam suatu organisasi perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai penentu keberhasilan suatu perusahaan. Karena secanggih apapun sarana kerja tanpa adanya fungsi tenaga kerja manusia maka keberadaan suatu perusahaan tersebut tidak akan berarti. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa didukung oleh adanya kualitas yang baik dari karyawan dalam melaksanakan tugas maka tujuan perusahaan itu tidak akan tercapai dengan maksimal.
138
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Performance Appraisal Dan Pengembangan Karir Dengan Motivasi Kerja Karyawan

Karyawan yang memiliki motivasi kerja yang rendah menunjukkan gejala-gejala antara lain: kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki atas hasil kerja dan penampilannya, sikap tubuh dan posisi tubuh yang menurun dan terlihat malas-malasan, sulit untuk berkonsentrasi, tidak betah di kantor dan banyak mengeluh. Motivasi kerja merupakan suatu konsep yang menguraikan tentang kekuatan yang ada dalam diri karyawan yang memulai dan mengarahkan perilaku. Berhasil tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat tergantung pada seperangkat kerja yang baik, dimana salah satunya yang paling penting adalah motivasi kerja karyawan yang tinggi. Banyak faktor yang menentukan tinggi rendahnya motivasi kerja karyawan, di antaranya adalah performance appraisal dan pengembangan karir. Motivasi kerja akan maksimal apabila didukung adanya performance appraisal yang dilakukan oleh perusahaan dan adanya program pengembangan karir.
416
Dibaca

Hubungan Antara Citra Bank dan Kepuasan Dengan Loyalitas Nasabah

Loyalitas nasabah merupakan keadaan dimana individu mempunyai rasa memiliki, menjaga dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah dipercayakan. Untuk meningkatkan loyalitas nasabah, perusahaanmenfokuskan pada upaya menciptakan kepuasan konsumen secara maksimal melalui berbagai metode yang langsung dapat memberikan respon informasi berharga sebagai wujud refleksi positif dalam konteks umpan balik dari konsumen. Banyak faktor yang mempengaruhi loyalitas nasabah, di antaranya adalah citra bank dan kepuasan nasabah. Hal ini karena citra bank dan kepuasan nasabah yang tinggi akan menimbulkan perilaku loyal terhadap bank yang bersangkutan.
2355
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik Dan Budaya Organisasi Dengan Kinerja Karyawan

Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi mempunyai tujuan yang berupa kinerja. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya adalah kepemimpinan dan budaya organisasi. Suatu organisasi tanpa adanya pemimpin maka organisasi itu tidak dapat bertahan lama. Kepemimpinan Kharismatik dapat menghasilkan kinerja yang tinggi dikalangan pengikutnya hal ini dikarenakan bahwa orang-orang yang bekerja untuk pemimpin kharismatik termotivasi untuk mengeluarkan upaya kerja ekstra dan karena mereka menyukai pemimpin mereka.
2647
Dibaca

Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Dan Etos Kerja Dengan Produktivitas Kerja

Masalah produktivitas kerja di Indonesia telah lama dibahas dan diperhatikan oleh berbagai pihak yang berkompeten. Hal ini mengingat produktivitas kerja di Indonesia masih belum memadai atau dengan kata lain masih rendah dilihat dari melimpahnya SDM yang kita miliki. Setiap perusahaan menginginkan agar produktivitas kerja karyawannya tinggi, karena dengan produktivitas kerja yang tinggi tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan saja tetapi karyawan akan ikut serta menikmati hasil keuntungan perusahaan tersebut.
1735
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional Dengan Motivasi Mengembangkan Karir

Motivasi mengembangkan karir merupakan salah satu perwujudan dari sikap berprestasi pada setiap karyawan yang sadar untuk maju. Apabila individu atau karyawan memliki motivasi terhadap karir maka tuntutan kerja dan pekerjaan yang begitu banyak harus dikerjakan sesuai target. Namun untuk mencapai tingkat karir tertentu bukanlah suatu hal yang sederhana.
1169
Dibaca

Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Disiplin Kehadirab Kerja Pada Karyawan Operasional

Pengaruh budaya organisasi mempunyai arti penting bagi individu yang bekerja didalamnya, karena budaya organisasi ini akan mempengaruhi baik secara langsung atau tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi yang kuat akan meningkatkan kinerja individu secara keseluruhan dan berpengaruh positif pada perilaku karyawan, sehingga menimbulkan kinerja yang baik dan merangsang disiplin kerja yang tinggi. Disamping itu pemahaman karyawan terhadap budaya organisasi membawa pengaruh yang besar bagi pencapaian tujuan organisasi dan disiplin kerja karyawan itu sendiri. Karyawan yang memahami budaya organisasi secara mendalam akan merangsang disiplin kerja yang tinggi.
1170
Dibaca

Perbedaan Sikap Kerja Antara Karyawan Tetap dan Karyawan dalam masa latihan (On The Job Training)

Sikap kerja pada karyawan menunjukkan perasaan senang atau tidak senang terhadap pekerjaannya. Sikap kerja yang tinggi dalam artian positif terlihat dari karyawan yang disiplin, ikut memajukan perusahaan, tidak malas, jujur, bekerja keras. Sikap kerja yang rendah dalam artian negative terlihat dari karyawan yang malas, mau bekerja kalau ada pengawasan, tidak disiplin, yang akhirnya akan merugikan perusahaan. Karyawan dengan sikap kerja yang positif biasanya memperoleh reward lebih dari perusahaan diantaranya yaitu memperoleh kenaikan status seperti pada karyawan dalam masa latihan (On The Job Training) ke karyawan tetap.
661
Dibaca

Hubungan Antara Kecerdasan Ruhaniah Dengan Etos Kerja Islami

Penyebab utama tidak unggul atau rendahnya etos kerja sejumlah besar orang Islam adalah pemahaman secara parsial terhadap ajaran agama Islam, pemahaman tersebut timbul dari interpretasi atau pemahaman keliru terhadap ajaran agama karena keberpihakan yang tidak proporsional kepada salah satu sisi dengan mengabaikan sisi lain, terutama antara ibadah ritual dengan kerja. Untuk itu diperlukan pemahaman terhadap ajaran agama Islam yang holistis dan proporsional untuk dapat meluruskan pandangan yang keliru terhadap pentingnya aktivitas kerja supaya dapat meningkatkan etos kerja umat Islam. Pemahaman Islam yang holistis dan proporsional dapat ditemukan pada tipe orang yang memiliki kecerdasan ruhaniah yang tinggi.
876
Dibaca

Hubungan Antara Sikap Terhadap Kebisingan Lingkungan Kerja Dengan Perilaku Agresi Pada Karyawan

Didalam perusahaan faktor lingkungan kerja yang nyaman sangat diperlukan. Pelaksanaan kerja dengan menggunakan alata-alat berat seperti mesin penenun memungkinkan adanya paparan bunyi yang tidak diinginkan yang disebut dengan kebisingan. Sikap karyawan dalam menghadapi kebisingan lingkungan kerja berbeda-beda antar satu dengan yang lainnya. Salah satu dampak dari kebisingan lingkungan kerja adalah kondisi emosi yang kurang stabil yang dapat mengarah pada perilaku-perilaku agresi.
782
Dibaca

Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dengan Intensi Turn Over

Suatu perusahaan yang memperkerjakan tenaga manusia penting sekali memperhatikan masalah kepuasan kerja, karena karyawan yang merasa puas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya, sehingga kemungkinan tingkat absensi dan intensi turn over-nya akan rendah. Namun dalam kenyataannya, perusahaan kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan seperti upah kerja yang rendah, kondisi lingkungan kerja yang buruk, jam kerja yang melewati batas serta tidak adanya jaminan sosial. Hal ini merupakan penyebab utama timbulnya turn over, salah satu cara untuk mengantisipasinya perlu ditanamkan komitmen organisasi karyawan pada perusahaan, sebab karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi akan memiliki loyalitas yang besar pada perusahaan dan intensi turn over yang rendah.
1281
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Demokratis Dengan Kepuasan Kerja Karyawan

Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor dalam pekerjaan yang cukup penting karena dapat mempengaruhi jalannya perusahaan secara keseluruhan. Putusnya komunikasi antara pimpinan dan karyawan sangat berpengaruh terhadap jalannya roda organisasi. Hal ini harus menjadi perhatian seorang pimpinan dalam penerapan kebijaksanaan. Persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan pimpinan akan berpengaruh terhadap semangat kerja. Pekerja akan merasa memiliki kepuasan kerja apabila ia merasa dihargai sebagai manusia bukan sebagai mesin yang dapat menghasilkan barang.
741
Dibaca

Hubungan Antara Berpikir Kreatif Dengan Prestasi Kerja Pada Penyiar Radio

Prestasi kerja karyawan yang tinggi tentunya sangat diharapkan oleh perusahaan manapun, karena akan mempermudah dan memperlancar perusahaan dalam meraih tujuan yang telah ditentukan, tidak terkecuali pada penyiar radio. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi kerja penyiar radio, diantaranya adalah berpikir kreatif. Modal utama dari seorang penyiar adalah komunikasi dengan penggemarnya dan ini dibutuhkan kreativitas. Berpikir kreatif menjelaskan tentang sarana untuk membantu meningkatkan sumber daya manusia dalam informasi dan komunikasi sosial yang dapat dikembangkan agar seseorang mempunyai kredibilitas yang baik dalam pergaulan maupun dalam masyarakat sosial serta merupakan sarana kompetisi bagi individu.
1150
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Dengan Loyalitas Kerja

Manusia dalam lingkungan kerja harus mampu bekerjasama dengan seluruh komponen yang terlibat dalam suatu perusahaan, perilaku pemimpin akan dipersepsikan oleh bawahannya sehingga hal ini akan mempengaruhi loyalitas kerja karyawan. Persepsi terhadap gaya kepemimpinan adalah proses kognitif karyawan dalam menilai, mengevaluasi dan menafsirkan perilaku kepemimpinan yang diterapkan oleh perusahaan baik yang berorientasi pada tugas maupun yang berorientasi pada bawahan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Loyalitas kerja adalah keadaan dan aktivitas yang menyangkut fisik, psikis dan sosial yang menyebabkan individu mempunyai dorongan yang kuat untuk tetap menjadi anggota perusahaan, taat pada peraturan, bertanggung jawab, dan sikap kerja kerja.
834
Dibaca

Hubungan Antara Perilaku Asertif Dengan Profesionalisme Kerja Penyiar Radio

Dunia usaha menyadari betapa pentingnya menempatkan tenaga kerja yang profesional. Hal ini bukan saja karena tuntutan zaman, tetapi juga karena persaingan yang ketat dalam dunia usaha itu sendiri. Pemilihan tenaga kerja yang profesional tentunya akan membawa dampak yang positif bagi perusahaan, tujuan serta visi dan misi perusahaan akan lebih mudah tercapai. Radio sebagai salah satu bentuk usaha atau perusahaan, mengalami hal sama, yaitu menghadapi suatu bentuk kompetisi. Banyaknya usaha-usaha yang sejenis atau banyaknya bermunculan radio sebagai penyebab kompetisi tersebut.
1453
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Otoriter Dan Komunikasi Interpersonal Dengan Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja merupakan perasaan positif terhadap tugas-tugas dan masalah-masalah yang dihadapi dalam bekerja didapatkan suatu hasil kerja yang berkualitas dan kebahagiaan dalam bekerja. Persepsi terhadap gaya kepemimpinan otoriter adalah penafsiran seseorang terhadap gaya pemimpin yang membuat keputusan sendiri karena kekuasaan terpusat pada satu atau diri pemimpin itu sendiri. Komunikasi interpersonal adalah suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung oleh dua orang atau lebih sebagai komunikan dan komunikator dengan tujuan untuk mengubah sikap, pendapat dan pikiran yang berlangsung secara dialogis.
1269
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan Konsumen

Pada era globalisasi sekarang krisis perbankan melanda Indonesia. Persaingan yang ketat di berbagai bidang pekerjaan membuat manusia yang terlibat di dalamnya ingin memberikan yang terbaik bagi orang lain, terutama dengan masalah pelayanan. Ketika melayani pelanggan, karyawan harus pandai menempatkan diri agar timbul keselarasan antara pelanggan dengan karyawan. Keberhasilan suatu penjualan ditentukan juga oleh kemampuan karyawan dalam menyelami persepsi para pembeli atau konsumen sehingga dapat diketahui apa yang diinginkan oleh konsumen.
727
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Intensif Dan Lingkungan Kerja Dengan Loyalitas Kerja

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masih terbatasnya tenaga kerja yang profesional, terampil dan terlatih membuat perusahaan berusaha mempertahankan karyawan sebagai salah satu mitra utama yang perlu dipertahankan untuk menunjang efisiensi dan produktivitas perusahaan. Adanya loyalitas yang tinggi akan memberikan pengaruh positif, yaitu menimbulkan kepuasan kerja, semangat kerja, prestasi kerja yang baik dan keinginan untuk tetap bekerja di perusahaan.
787
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Otoriter Dan Self Efficacy Dengan Stres Kerja

Karyawan dalam bekerja akan dihadapkan pada serangkaian tugas dan situasi kerja yang menuntut karyawan tersebut untuk mampu mengatasi situasi kerja tertentu dan mampu menyelesaikan tugas. Keadaan tersebut dapat memicu timbulnya stres pada pekerja, stres kerja yang terjadi diantaranya dipengaruhi oleh persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan serta self efficacy pada karyawan yang bersangkutan.
960
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Human Relations Dan Gaya Kepemimpinan Dengan Efektivitas Kerja Karyawan

Skripsi ini disusun dengan dilatarbelakangi masalah efektivitas kerja bagi perusahaan yang merupakan isu strategis bagi perusahaan untuk memprogram Sumber Daya Manusia. Perusahaan berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat dalam rangka menghadapi persaingan bebas antara perusahaan milik pemerintah maupun milik swasta. Namun dalam pelaksanaannya pemimpin perusahaan hanya mengutamakan mutu usaha tanpa melakukan pengawasan yang intensif pada karyawan, sehingga produktivitas yang dihasilkan dari karyawan terkadang tidak sesuai dengan keinginan pimpinan.