Search

Hasil pencarian: 17 ditemukan (tampil 1 - 17) :
138
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Performance Appraisal Dan Pengembangan Karir Dengan Motivasi Kerja Karyawan

Karyawan yang memiliki motivasi kerja yang rendah menunjukkan gejala-gejala antara lain: kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki atas hasil kerja dan penampilannya, sikap tubuh dan posisi tubuh yang menurun dan terlihat malas-malasan, sulit untuk berkonsentrasi, tidak betah di kantor dan banyak mengeluh. Motivasi kerja merupakan suatu konsep yang menguraikan tentang kekuatan yang ada dalam diri karyawan yang memulai dan mengarahkan perilaku. Berhasil tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat tergantung pada seperangkat kerja yang baik, dimana salah satunya yang paling penting adalah motivasi kerja karyawan yang tinggi. Banyak faktor yang menentukan tinggi rendahnya motivasi kerja karyawan, di antaranya adalah performance appraisal dan pengembangan karir. Motivasi kerja akan maksimal apabila didukung adanya performance appraisal yang dilakukan oleh perusahaan dan adanya program pengembangan karir.
414
Dibaca

Pengaruh Upah Insentif Dan Jaminan Sosial Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Di Dinas Kebudayaan Dan Permuseuman DKI Jakarta

Latar belakang dalam skripsi ini adalah pemberian motivasi kerja yang berupa upah insentif dan jaminan sosial untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah insentif dan jaminan sosial berpengaruh dan mempunyai hubungan yang significant terhadap produktivitas kerja karyawan di Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Adapun manfaat penelitian bagi Instansi yang menjadi objek penelitian, diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pimpinan Dinas Kebudayaan dan permuseuman DKI Jakarta dalam Menentukan kebijaksanaan khususnya masalah pemberian upah insentif dan jaminan sosial guna meningkatkan produktivitas kerja karyawan dimasa yang akan datang.
1776
Dibaca

Analisis Faktor-faktor Penentu Perbedaan Upah Pada Profesi Auditor

Profesi Auditor berkembang sejalan dengan perkembangan perekonomian negara. Profesi Auditor telah lama menjadi perhatian dari penelitian-penelitian yang berfokus pada isu-isu mengenai akuntan publik perempuan. Hal ini dikarenakan selama 20 tahun terakhir, jumlah perempuan yang memasuki profesi akuntan publik telah meningkat secara drastis. Oleh beberapa peneliti dunia telah dilakukan beberapa analisis tentang diskriminasi pada profesi auditor laki-laki dan wanita, banyak ditemukan prektek diskriminasi auditor menyangkut penerimaan, perlakuan, dan karir. Dalam praktek diskriminasi yang telah ditemukan tersebut ada kemungkinan diskriminasi terjadi dalam pemberian upah, yaitu secara diskriminatif upah antara auditor laki-laki dan wanita berbeda.
782
Dibaca

Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dengan Intensi Turn Over

Suatu perusahaan yang memperkerjakan tenaga manusia penting sekali memperhatikan masalah kepuasan kerja, karena karyawan yang merasa puas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya, sehingga kemungkinan tingkat absensi dan intensi turn over-nya akan rendah. Namun dalam kenyataannya, perusahaan kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan seperti upah kerja yang rendah, kondisi lingkungan kerja yang buruk, jam kerja yang melewati batas serta tidak adanya jaminan sosial. Hal ini merupakan penyebab utama timbulnya turn over, salah satu cara untuk mengantisipasinya perlu ditanamkan komitmen organisasi karyawan pada perusahaan, sebab karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi akan memiliki loyalitas yang besar pada perusahaan dan intensi turn over yang rendah.
1150
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Dengan Loyalitas Kerja

Manusia dalam lingkungan kerja harus mampu bekerjasama dengan seluruh komponen yang terlibat dalam suatu perusahaan, perilaku pemimpin akan dipersepsikan oleh bawahannya sehingga hal ini akan mempengaruhi loyalitas kerja karyawan. Persepsi terhadap gaya kepemimpinan adalah proses kognitif karyawan dalam menilai, mengevaluasi dan menafsirkan perilaku kepemimpinan yang diterapkan oleh perusahaan baik yang berorientasi pada tugas maupun yang berorientasi pada bawahan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Loyalitas kerja adalah keadaan dan aktivitas yang menyangkut fisik, psikis dan sosial yang menyebabkan individu mempunyai dorongan yang kuat untuk tetap menjadi anggota perusahaan, taat pada peraturan, bertanggung jawab, dan sikap kerja kerja.
628
Dibaca

Hubungan Antara Burnout Dengan Motivasi Kerja Pada Masinis Kereta Api

Motivasi kerja sangat diperlukan bagi setiap pekerja karena motivasi kerja merupakan proses untuk mencapai prestasi kerja yang baik. Salah satu penghambat motivasi kerja adalah burnout. Burnout adalah stres kerja yang dialami seseorang sebagai akibat adanya kelelahan fisik, kelelahan emosional, kelelahan mental, rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri, dan depersonalisasi. Burnout yang tinggi akan mengakibatkan rendahnya motivasi kerja, begitu pula sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout dengan motivasi kerja pada masinis kereta api.
727
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Intensif Dan Lingkungan Kerja Dengan Loyalitas Kerja

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masih terbatasnya tenaga kerja yang profesional, terampil dan terlatih membuat perusahaan berusaha mempertahankan karyawan sebagai salah satu mitra utama yang perlu dipertahankan untuk menunjang efisiensi dan produktivitas perusahaan. Adanya loyalitas yang tinggi akan memberikan pengaruh positif, yaitu menimbulkan kepuasan kerja, semangat kerja, prestasi kerja yang baik dan keinginan untuk tetap bekerja di perusahaan.
787
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Otoriter Dan Self Efficacy Dengan Stres Kerja

Karyawan dalam bekerja akan dihadapkan pada serangkaian tugas dan situasi kerja yang menuntut karyawan tersebut untuk mampu mengatasi situasi kerja tertentu dan mampu menyelesaikan tugas. Keadaan tersebut dapat memicu timbulnya stres pada pekerja, stres kerja yang terjadi diantaranya dipengaruhi oleh persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan serta self efficacy pada karyawan yang bersangkutan.
615
Dibaca

Hubungan Antara Sikap Kooperatif Karyawan Dalam Gugus Kendali Mutu Dan Efektifitas Komunikasi Organisasi Pada PT. Rekacipta Teknindo XXX

Keberhasilan komunikasi dalam organisasi merupakan hal yang sangat penting bagi pencapaian sasaran dan tujuan organisasi. Keberhasilan komunikasi dalam organisasi tercermin dalam efektifitas dan efisiensinya sebagai alat perekat kelompok. Sedangkan indikator efektifitas komunikasi organisasi adalah timbulnya pengertian bersama, keputusan, dan persetujua n. Peningkatan komunikasi yang efektif akan semakin memudahkan pertukaran informasi yang relevan dalam pekerjaan dan pada gilirannya akan memperbaiki pelaksanaan kerja organisasi. Berkaitan dengan efektifitas komunikasi organisasi, maka penggunaan kelompok-kelompok kerja menjadi suatu strategi yang tepat dalam mengikutsertakan partisipasi karyawan.
1173
Dibaca

Hubungan Antara Human Relations Dengan Intensi Turn Over

Intensi turn over merupakan tingkat kekuatan niat karyawan untuk pindah dari suatu perusahaan ke perusahaan yang lain. Pergantian karyawan atau turn over merupakan masalah yang dihadapi para pengusaha sejak dahulu. Salah satu faktor yang mempengaruhi intensi turn over pada karyawan adalah hubungan yang manusiawi antar individu dalam sebuah perusahaan atau yang dikenal dengan istilah human relations. Hubungan yang baik antara karyawan dengan pimpinan maupun karyawan dengan karyawan, akan membuat suasana kerja menjadi menyenangkan dan akan mempengaruhi perilaku kerja karyawan dalam perusahaan. Dengan kata lain, bahwa dengan human relations yang baik maka karyawan tersebut maupun pihak perusahaan mampu menekan peningkatan intensi turn over.
1278
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kondisi Lingkungan Fisisk Kerja Dengan Kebosanan Kerja

Kebosanan kerja muncul ketika individu mendapati bahwa pekerjaannya tidak mempunyai tantangan, dan ketika minatnya untuk melaksanakan pekerjaan hilang. Seperti halnya kelelahan, kebosanan kerja adalah pengalaman yang tidak menyenangkan, sering dicirikan dengan kesulitan menjaga perhatian selama bekerja. Namun dalam kondisi yang penuh tuntutan dan menekan di lingkungan kerja tidak membuat karyawan mengalami kebosanan kerja, tergantung dari cara individu memberikan arti atau persepsi terhadap setiap hal yang menekan di tempat kerja dan bagaimana individu mensikapi setiap tekanan yang terjadi di lingkungan kerja.
1379
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Komunikasi Dua Arah Dengan Agresivitas

Perbaikan sumber daya manusia (SDM) memerlukan suasana yang kondusif dan seminimal mungkin mengurangi hal-hal yang kontra produktif. Faktor kontra produktif yang sering terjadi di lingkungan adalah tindak agresi yang destruktif (distructive aggression). Agresi adalah sisi yang sangat mengganggu produktivitas sebuah organisasi dan efisiensi kinerja organisasi; lebih jauh akan menghambat produktivitas yang akan mengancam masa depan perusahaan.
1398
Dibaca

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Karyawan

Persepsi terhadap iklim organisasi yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah menilai keefektifan organisasi dalam orientasi tugas dan penghargaan atas prestasi kerja karyawan untuk memberikan perasaan positif terhadap organisasi. Pengetahuan secara jelas tentang nilai-nilai yang terkandung dalam iklim organisasi, maka harapan yang ingin dicapai, yaitu organisasi memberikan kepastian bagi anggotanya, untuk berkembang bersama organisasi dalam tercapainya kepuasan kerja karyawan.
1140
Dibaca

Hubungan Antara Human Relation Dan Selft Efficacy Dengan Komitmen Karyawan Terhadap Perusahaan

Karyawan yang melaksanakan tugasnya dengan semangat dan penuh kegairahan adalah keadaan yang diharapkan oleh suatu perusahaan, karena dengan demikian perusahaan akan mampu mewujudkan tujuan dengan tercapainya produktivitas yang semakin meningkat. Gairah karyawan dalam bekerja akan dapat terwujud seiring meningkatkannya komitmen karyawan terhadap perusahaan. Disisi lain keadaan tidak menyenangkan yang dirasakan karyawan tidak akan diketahui oleh pihak manejemen perusahaan tanpa terwujudnya human relations yang baik yang didukung dengan self efficacy yang tinggi.
1284
Dibaca

Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Sikap Kerja Karyawan

Manusia mempunyai banyak sekali kemampuan dalam dirinya jika mereka mampu mengelola kemampuannya dan merespon segala sesuatu dengan baik. Sikap kerja yang tinggi dalam artian positif terlihat dari karyawan yang disiplin, ikut memajukan perusahaan, semangat, jujur dan bertanggung jawab. Sikap kerja yang rendah dalam artian negatif terlihat dari karyawan yang malas, mau bekerja kalau ada pengawasan, tidak disiplin. Karyawan dengan sikap kerja yang positif akan berpengaruh terhadap prestasi kerja sehingga akan terlaksana tujuan perusahaan. Kecerdasan emosi merupakan kekuatan yang menyebabkan seseorang mampu memahami, mengendalikan diri, memotivasi diri sendiri dan bersemangat untuk membimbing fikiran dan tindakan untuk menyikapi pekerjaannya.
1043
Dibaca

Analisis faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 1980-2003

Penelitian dengan judul “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN 1980-2003” bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel upah, investasi dan jumlah angkatan kerja terhadap pertumbuhan penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen, maka digunakan berbagai pengujian yang meliputi uji asumsi klasik yaitu uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji otokorelasi, uji stasioneritas, uji spesifikasi model, uji normalitas Ut, uji F, dan uji R2.
1033
Dibaca

Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Ekspor, Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri, Dan Inflasi Terhadap Kesempatan Kerja Di Jawa Tengah Tahun 1978-2003

Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Ekspor, Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri dan Inflasi terhadap Kesempatan Kerja di Jawa Tengah Tahun 1978-2003.” Adapun tujuan untuk menganalisis pengaruh produk domestik regional bruto, ekspor, penanaman modal asing, penanaman modal dalam negeri dan inflasi terhadap kesempatan kerja di Jawa Tengah tahun 1978-2003. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, berupa data Time Series tahunan.