Corporate performance decline continuously can lead to financial distress is a very difficult situation even close to bankruptcy can be said that if not immediately resolved will have a major impact on those companies with a loss of trust from consumers. Bankruptcy of a company can be seen and measured through financial reports, by analyzing the financial statements. Bankruptcy analysis conducted to obtain early warning of bankruptcy (early signs of bankruptcy).
Penurunan kinerja perusahaan secara terus-menerus dapat menyebabkan terjadinya Financial distress yaitu keadaan yang sangat sulit bahkan dapat dikatakan mendekati kebangkrutan yang apabila tidak segera diselesaikan akan berdampak besar pada perusahaan-perusahaan tersebut dengan hilangnya kepercayaan dari para konsumen. Kebangkrutan suatu perusahaan dapat dilihat dan diukur melalui laporan keuangan, dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan. Analisis kebangkrutan dilakukan untuk memperoleh peringatan awal kebangkrutan (tanda-tanda awal kebangkrutan).
The purpose of this research is to find abnormal stock returns before and after the company made the announcement and distribution of cash dividend to determine the information content of the announcement of cash dividend by a company. This research was conducted against the company including LQ-45 index did cash dividend announcement for the year 2001-2003. From ILQ-45 companies that make cash dividend announcement in Jakarta Stock Exchange for the year 2001-2003 as many as 88 data obtained cash dividend announcement. From these data that meet the criteria as to the data sample of 70 announcements of cash dividend.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui abnormal return saham sebelum dan sesudah perusahaan melakukan pengumuman pembagian cash dividen dan untuk mengetahui kandungan informasi dari pengumuman cash dividend oleh suatu perusahaan. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan yang termasuk indek LQ-45 yang melakukan pengumuman cash dividend untuk tahun 2001-2003. Dari perusahaan ILQ-45 yang melakukan pengumuman cash dividend di bursa Efek Jakarta untuk tahun 2001-2003 diperoleh data sebanyak 88 pengumuman cash dividend. Dari data tersebut yang memenuhi kriteria sebagai sampel di dapat data sebanyak 70 pengumuman cash dividend.
Composite Stock Price Index (JCI) reflects a value that serves as a measurement of performance shares in stock exchanges combined. Composite Stock Price Index is a reflection of the investment made by the public (investors) in stock. JCI into a door and the beginning of the consideration to make investments, because it can be seen from the JCI general situation. This study aims to empirically test the effects of inflation and interest rates on SBI SahamGabungan Price Index (JCI) in BursaEfek Jakarta.
Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan suatu nilai yang berfungsi sebagai pengukuran kinerja suatu saham gabungan di bursa efek. Indeks Harga Saham Gabungan merupakan cerminan dari investasi yang dilakukan oleh masyarakat (investor) pada saham. IHSG menjadi semacam pintu dan permulaan pertimbangan untuk melakukan investasi, sebab dari IHSG dapat diketahui situasi secara umum. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh tingkat inflasi dan tingkat suku bunga SBI terhadap Indeks Harga SahamGabungan (IHSG) di BursaEfek Jakarta.
The influence of company size, profitability and leverage Alignment Against Profit (Income Smoothing) (Empirical Study On Manufacturing Companies Go Public In Jakarta Stock Exchange)
Flattening profits can be defined as the way that management used to reduce fluctuations in reported earnings to match the desired target both artificial and real (Atmini, 2000). Profit leveling action has been considered a common action by management to achieve a particular purpose. Sample amounted to 56 companies listed on the JSE for 5 years, beginning in 1999 s / d 2003. statistical methods used to test the hypothesis is that univariate tests Kolmograf-Smirnov test, Mann Whitney U Test and the Independent Sample T-test and multivariate test using Multiple Logistic Regression.
Perataan laba dapat didefinisikan sebagai cara yang digunakan manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan agar sesuai dengan target yang diinginkan baik secara artifisial maupun riil (Atmini, 2000). Tindakan perataan laba telah dianggap sebagai tindakan yang umum dilakukan oleh manajemen untuk mencapai maksud tertentu. Sampel yang digunakan berjumlah 56 perusahaan yang terdaftar di BEJ selama 5 tahun, mulai tahun 1999 s/d 2003. metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji univariate yaitu Kolmograf-Smirnov Test, Mann Whitney U Test dan Independent Sample T-Test serta uji multivariate dengan menggunakan Regresi Logistik Berganda.
Use of Ratio Analysis And Model Z-Score in Assessing Corporate Financial Performance (Empirical Studies In Food And Beverage Industry listed on the Jakarta Stock Exchange)
Every company has a goal to continue to produce and develop. This can be seen from the accomplishments achieved by the company. Achievement can be judged from the company\u0026#39;s financial performance on a particular period. Therefore, companies in this business in the food and beverage industries listed on the Jakarta Stock Exchange needs to analyze the company\u0026#39;s financial performance using ratio analysis and z-score model. The aim is to determine and analyze the level of financial performance ratios based on benchmarks and analysis of z-score model.
Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk terus berproduksi dan berkembang. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang dicapai oleh perusahaan. Prestasi perusahaan dapat dinilai dari kinerja keuangan pada periode tertentu. Oleh karena itu, perusahaan dalam hal ini perusahaan pada industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta perlu menganalisis tingkat kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis rasio dan model z-score. Tujuannya adalah untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kinerja keuangan berdasarkan tolak ukur rasio dan analisis model z-score.